BERITA JAMBI – Universitas Muhammadiyah Jambi apresiasi pengelolaan perhutanan kolaborasi KTH Bertuah di Mandiangin Timur, Sarolangun. Wakil Rektor dan jajaran, turun langsung ke lokasi.
UM Jambi bersama Yayasan Cappa melakukan kunjungan ke Dusun Sialang Batuah, Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun pada 31 Maret 2022. Dalam kunjungan ini pihak kampus di wakili oleh Dr.Irmanelly .S.E.ME, Wakil Rektor 1 serta Dr.Hj.Indria Mayesti .SE.ME, Wakil Rektor 2.
Ahmad Jumaedi SP., Sekretaris Badan Pengurus Harian, serta Heru Kurniawan Ketua Lembaga Pengelola Bisnis dan Kewirausahaan, UM Jambi juga hadir.
Menariknya, Ahmad Syakur, Humas Lapangan PT Agronusa Alam Sejahtera (PT AAS) beserta tim lapangan turut hadir bersama Sekretaris Desa Guruh Baru, Teguh.
Pada kunjungan ini Muhammad Zuhdi Direktur Yayasan Cappa menyampaikan bahwa Dusun Sialang Batuah ini merupakan sebuah Dusun yang sudah berupa pemukiman dan kebun masyarakat. Lantaran status wilayah ini adalah kawasan hutan yang sudah diberikan izin konsesi kepada PT. Agronusa Alam Sejahtera (PT AAS) sehingga terjadilah tumpang tindih lahan.
Akibatnya, munculnya konflik pengelolaan kawasan yang berkepanjangan. Hampir 9 tahun berproses sampai pada akhirnya bersepakat untuk penyelesaian dengan Kemitraan Kehutanan. Tahun lalu, telah berlangsung penanda tanganan Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) Kemitraan Kehutanan.
Harap Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Jambi
Lelaki yang bisa di panggil Cik Edi, menyebutkan Yayasan Cappa dari tahun 2011 intensif membantu masyarakat untuk mengurai konflik tenurial yang terjadi. Penyelesaian konflik masyarakat Dusun Sialang Batuah dengan PT AAS ini, melalui pendekatan Perhutanan Sosial dari luas lahan konflik seluas 2308 ha.
Ada 63 ha yang sudah berupa pemukiman, fasos dan fasum disepakati untuk dilepaskan dari kawasan hutan. Sementara seluas 1276 ha adalah areal kemitraan yang akan dikelola oleh masyarakat.
Masih menurut Cik Edi, sebagai pengelola perhutanan sosial tentu saja KTH Bumi Batuah melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) membutuhkan dukungan banyak pihak. Banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat yang akan menjadi usaha kelompok dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.
Misalnya Minyak Atsiri berbahan baku serai wangi dan daun ecaliptus, juga ada potensi lebah madu alam
“Tetapi tentu KUPS masih membutuhkan dukungan dan pembinaan dan pemberdayaan dalam penguatan kapasitas kelompok dari hulu dan hilir (on farm dan off farm). Selain dukungan dari perusahaan, tentu saja dukungan kampus dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan,” kata Cik Edi.
Dukungan kampus terutama dalam malakukan kajian dan analisis akademik terhadap usaha yang akan dikembangkan. Disinilah peran dan kolaborasai dengan kampus sangat di harapkan.
“Semoga saja Universitas Muhammadiyah Jambi bisa menjadi mitra bagi masyarakat,” tandasnya.
Muhammad Salkat, Ketua KTH Bumi Batuah, Dusun Sialang Batuah menyampaikan bahwa potensi di Dusun Sialang Batuah ini cukup banyak.
“Seperti saat ini kami memiliki lahan serai wangi sebagai bahan baku minyak atsiri. Kami juga sedang mendorong mendapatkan bahan baku dari ecaliptus yang bisa di suplai oleh perusahaan,” katanya.
“Kami juga sedang mengembang usaha produk lokal dari limbah kayu yang dibuat centong nasi dll. Saat ini untuk peralatan penyulingan minyak atsiri juga sudah ada,” pungkasnya.
Pembinaan dan Promosi Produk
Selain itu ada juga potensi madu alam yang ada di Dusun Sialang Batuah. Kendala yang ada di masyarakat saat ini, skill masyarakat itu sudah ada tetapi belum terasah dengan baik. Kendala terutama dalam proses finishing, seperti pengemasan, promosi dan pasar.
“Untuk ini kami berharap ada dukungan pembinaan dan pemberdayaan dari UM Jambi,” ujar Salkat.
Dalam dialog ini Ahmad Syakur (Perwakilan PT. AAS), mengatakan menyambut baik rencana koloborasi dengan UM Jambi.
“Karena selama ini kami hanya melakukan kerjasama dengan salah satu kampus di Jambi, dan ke depan tidak menutup kemungkinan kita bisa berkerjasama dengan UM Jambi,” katanya.
Perusahaan akan menindaklanjuti hasil pertemuan hari ini. Syakur bilang, pihaknya berencana menyerahkan pengelolaan lahan serai seluas 20 ha ke KTH Bumi Batuah.
“Sebagai tambahan bahan baku, tentu saja kami berharap UM Jambi bisa membantu KTH Bumi Batuah,” katanya.
Dalam kesempatan ini Ahmad Jumaidi, Sekretaris BPH UM Jambi menyambut baik harapan masyarakat dan perusahaan.
“Untuk madu saya langsung pastikan kami akan beli, tapi harus di jamin keaslianya,” katanya.
Tertarik, Kampus Siap Bermitra
Pak Jum, biasa beliau dipanggil mengatakan, UM Jambi sangat tertarik untuk ikut terlibat dalam mendukung usaha masyarakat Dusun Sialang Batuah. Sebagai pihak kampus, pihaknya bisa membantu memfasilitasi ke Pemerintah Daerah maupun Provinsi mendorong bagaimana usaha masyarakat ini bisa mendapat dukungan.
“mungkin kita bisa melakukan lokarya bersama terkait bagaimana melakukan pemberdayaan, pengemasan sampai kepemasaran. Intinya kami UM Jambi sangat membuka diri dan bersedia menjadi mitra masyarakat maupun perusahaan.
Menutup ucapannya Jum juga menyampaikan pesan dari Ketua BPH UM Jambi Dr. Agus Salim, S.Ag, M.Pd.I bahwa BPH mendorong peningkatan kapasitas UM Jambi dalam pengabdian masyarakat, apalagi berbasis ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Sependapat dengan Pak Jum, Ibu Hj Indria Mayesti, , sebelum saya menyampaikan permohonan maaf dari Rektor UM Jambi Bapak Dr. Nurdin, SE,ME yang belum bisa membersamai kita karena ada tugas lain yang tidak bisa beliau tinggalkan, tapi pesan beliau sangat mendukung sekali kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat.
Potensi Usaha Minyak Atsiri
UM Jambi juga menyambut baik dan berkeinginan untuk bisa berkolaborasi bersama masyarakat. Hal ini juga karena UM Jambi melihat potensi usaha minyak atsiri sangat besar.
“Apalagi sudah ada alat penyulingan, tetapi belum maksimal di kelola oleh masyarakat, pemanfaatan limbah kayu sebagai produk lokal masyarakat yang masih perlu dipoles agar bisa dterima dipasar, termasuk madu alam yang merupakan hasil hutan bukan kayu juga harus di cari solusi agar bisa mendapatkan nilai lebih dengan harga yang lebih tinggi.
Perempuan yang sangat energik ini biasa disapa Ibu Yesi, meneruskan bahwa akses jalan yang saat ini masih sulit juga menjadi kendala produksi.
“Apalagi tadi sampai kesini sangat memacu adrenalin saya dan seperti off roader,” katanya.
“Tapi ini jika dikelola dengan baik bisa menjadi desa ekowisata bagi off roader dan berpeluan jadi pasar produk kita. Memang ini butuh kerja keras. Tetapi tetap nanti kita akan sama-sama cari solusi ke pemda soal akses jalan,” tambahnya.
UM Jambi bisa membantu meyakinkan pihak pemda dan akan memfasilitasi pembuatan proposal dalam membantu pengelolaan usaha masyarakat.
“Dan kami akan melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui kajian akademis kampus, seperti membuat analisis plan, proses pengemasan, promosi dan pemasaran,” katanya.
Nanti kita juga bisa lakukan lokakarya terkait produk yang ada untuk meyakinkan kelebihan dari produk kita. Agar semua rencana ini sistimatis dan terstruktur, maka kami akan buat program kerja.
UM Jambi melihat masyarakat sudah memiliki SPK (Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan) yang baik.
“Sudah ada juga calon mahasiswa asal dusun Sialang Batuah dan PT AAS juga akan bermitra dengan UM Jambi dalam tenaga kerja,” tutupnya.
Universitas Muhammdiyah Jambi Siap Kolaborasi
Heru Kurniawan, Ketua Lembaga Pengelola Bisnis dan Kewirausahaan Kampus, menyampaikan LPBK punya misi mengembangkan dan memasarkan produk yang dihasil oleh kampus maupun produk masyarakat. Oleh karena itu LPBK sangat antusias produk masyarakat dusun Sialang Batuah ini masuk ke Universitas Muhammadiyah Jambi. Melalui kampus, produk ini bisa di pasarkan lewat jaringan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan ini Pak Heru juga mengingatkan jika ada anak dari Dusun Sialang Batuah yang kurang mampu bisa berkuliah di UM Jambi atau bisa melalui program beasiswa.
Baca Juga : Bupati Dampingi Rektor UNJA Hadiri Pelatihan Budidaya Lebah Madu
Selain beberapa point hasil pertemuan di atas, para pihak juga bersepakat untuk membuat program kerja bersama. MoU nantinya, agar setiap pihak bisa saling bersinergi dan bekerja sesuai dengan kriteria masing-masing.
Sebagai penutup dari pertemuan hari ini, Muhammad Zuhdi, direktur Yayasan Cappa menyampaikan agar KTH Bumi Batuah untuk membuat data dasar terkait potensi usaha.
“Seperti luas lahan untuk kecukupan pasar (kuantiti), jumlah produksi, kontinyuitas produksi. Dan yang paling penting adalah harus ada penguatan kelembagaan pengelola usahanya,” tutup cik Edi.
Dalam kunjungan ini juga dilakukan pengecekan langsung ke lokasi kebun serai yang dikelola oleh masyarakat. Saat kunjungan, jajaran UM Jambi semakin yakin untuk bisa mendukung masyarakat Sialang Batuah.
