BANGGAI – Tak terima ditegur karena tidak memakai masker, Oknum anggota DPRD Fraksi Hanura turun dari mobil, dan langsung pukul petugas Bandara.
Tak ayal, kejadian ini lun buat heboh publik. Mengingat oknum anggota DPRD fraksi Hanura itu, tega pukul petugas Bandara, karena tidak terima ditegur tak pakai masker.
Baca juga : Fachrori Harap Tenis Beri Kontribusi Untuk Jambi
Padahal, apa yang dilakukan oleh petugas itu adalah untuk kebaikannya juga.
Dilaporkan ke Aparat Kepolisian
Seperti diketahui, seorang oknum anggota DPRD Banggai dilaporkan ke aparat kepolisian, terkait dugaan penganiayaan petugas Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Penganiayaan ini terjadi, setelah anggota DPRD Banggai dari Fraksi Partai Hanura itu, ditegur tak menggunakan masker.
“Benar kami sudah menerima laporan polisi, oknum anggota DPRD Banggai yang berinisial SY pada Sabtu malam. Yang mana kejadian itu terjadi Sabtu (29/8/) pagi, di Bandar Udara Luwuk.” Ujarnya.
“Kini penyidik yang menangani kasus tersebut, masih mengumpulkan sejumlah barang bukti, terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut,” tambah Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Pino Ary pada Minggu (30/8/2020) siang.
Laporan tersebut diterima Polisi dengan nomor LP.B/397/VIII/2020/Res Banggai, tertanggal 29 Agustus 2020.
Sebagaimana diketahui, bahwa kejadian tersebut berawal ketika petugas AVSEC bandara bernama Muhammad Ridwan, melakukan pemeriksaan terhadap orang dan kendaraan, yang memasuki wilayah Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir.
Menurutnya, kini terlapor atau pelaku dugaan penganiayaan tersebut masih berada di luar kota, karena pada saat kejadian berlangsung SY sedang akan melakukan perjalanan dinas.
“Terlapor masih berada di luar kota. Namun informasi terakhir setelah semua barang bukti sudah terkumpul, akan dilakukan pemeriksaan. Surat pemanggilan akan dikeluarkan, dalam waktu dekat ini. Paling lama 2 hari pemeriksaan sudah akan dilakukan,” ucap Pino.
Kasubbid Penmas Polda
Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari menyampaikan bahwa kronologi kejadian itu bermula ketika Muhammad Ridwan sebagai pelapor menegur SY, karena yang bersangkutan tidak menggunakan masker.
“Kejadian itu bermula dari pintu gerbang. Saat itu SY merupakan salah satu penumpang dari mobil, yang berwarna hitam memasuki kawasan bandara. SY tidak terima, keluar dari dalam mobil dan memukul korban sebanyak satu kali di bagian perut,” tutur Sugeng.
Sumber : Detik.com
