KOTA JAMBI – Gelombang penolakan pembangunan Tugu Keris mengantikan Tugu Jam atau lebih dikenal Tugu Monas Jambi, dinilai berbeda oleh Karyadi, warga Kota Jambi. Menurutnya, pembangunan Tugu Keris justru diperlukan untuk menunjang pemandangan, karakter Kota hingga berdampak pada ekonomi.
Dibincangi Dinamika Jambi pada Senin (17/7) malam melalui telepon selularnya, pengusaha perkebunan dan juga dikenal sebagai kontraktor ini, Karyadi begitu mendukung pembangunan Tugu Keris sebagai langkah untuk membentuk karakter Kota Jambi.
“Selama ini kan banyak yang belum tau dengan Keris Siginjai. Ini budaya, ini sejarah kita. Dari dulu kita taunya Siginjai itu cuma operasi atau razia dari Polisi. Nah, disinilah membangun karakter Kota Jambi,” bilang Karyadi melalui telepon selularnya.
Berita Sebelumnya : Mulai Dibangun Hari Ini, Penolakan Netizen Semakin Besar Pada Tugu Keris
Lantas, kenapa pembangunan Tugu Keris harus dengan meruntuhkan Tugu Monas yang dinilai penuh nilai sejarah dan budaya Jambi?? Kenapa tidak ditempat lainnya? Menjawab pertanyaan ini, penggantian Tugu Monas yang dibangun pada 1972 hingga 1983 itu dinilai Karyadi sudah tepat.
“Karena disitu Balai Kota. Ya harus disitu. Kota Jambi kan memang belum ada. Di Provinsi sudah ada Gentala Arasy, kabupaten lain juga ada ciri khasnya,” jawabnya.
“Kalau meruntuhkan yang sudah ada, ya itu resiko pembangunan,” tambahnya.
Sementara pada penilaian pemborosan, lagi-lagi Karyadi berbeda pandangan. Sebaliknya, Ia malah menilai anggaran tersebut tidak besar. Dengan tata kota yang menarik, Investor bisa mendatangkan rupiah yang lebih besar.
Berita Lain : Tanggapi Mogok Kerja Karyawan PT SBP, Begini Kata Wakil Ketua DPRD Provinsi
“Harusnya begini. Kita melihat jambi yang di tata pemerintah untuk membangun ekonomi dengan kota yang nyaman, indah dan maju. Nah, sementara itu Rp 3 Milyar itu tidak besar. Soekarno itu bangun Monas pada saat banjir, tapi kan sekarang jadi monumen bersejarah,” terangnya.
