Tolak Pembangunan Tugu Keris Jambi, HMI Nilai Tak Tepat Sasaran

KOTA JAMBI – Perubahan bangunan Tugu Monas atau Tugu Jam Kota Jambi menjadi Tugu Keris Siginjai oleh Pemerintah Kota Jambi menuai pro dan kontra dari berbagai elemen masyarakat. Umumnya, penolakan mereka pembangunan tidak menghancurkan Tugu Jam yang berusia puluhan tahun.

Salah satunya, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, Tengku Gilang Pramanda Rabu (19/7) angkat bicara terkait Tugu Jam yang mulai dalam pengerjaan itu.

Dirinya menilai, pembangunan Tugu Keris Siginjai yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 3,5 Milyar dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, saat ini dengan anggaran sebesar itu masih banyak yang bisa dijadikan Skala Prioritas kemudian menjadi manfaat bagi banyak masyarakat Kota Jambi.

Seperti pembangunan Fasilitas Umum yakni Fasilitas Pendidikan guna mendongkrak Sumber Daya Manusia. Belum lagi akan kebutuhan Drainase untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Dimana dalam kurun waktu belakangan ini dibeberapa titik di Kota Jambi sarat dengan kondisi banjir.

“Hal itu harusnya menjadi PR untuk Walikota Jambi, demi kemaslahatan kita bersama,” ujarnya.

Berita Terkait : Soal Tugu Keris Siginjai, Keturunan Sultan Thaha Angkat Bicara

Lanjut Gilang, dirinya meminta kepada Walikota Jambi untuk melaksanakan pengkajian ulang azas manfaat dari pelaksanaan pembangunan Tugu Keris itu, agar kedepannya tidak menjadi polemik di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Selain itu, keadaan fisik tugu Jam atau tugu monas masih dalam keadaan baik serta layak, dan tugu jam tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah yang tidak boleh dihilangkan atau dihancurkan keadaan fisiknya.

“Saya selaku Ketua Umum HMI Cabang Jambi melakukan koordinasi kepada Inspektorat, BPK dan instansi yang terkait agar tidak terjadi kisruh dan polemik terjadi atas pembangunan tersebut,” tegasnya.(one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.