Terbentuk di 4 Kecamatan, Relawan Tapa Malenggang Mulai Berbagi

BATANGHARI – Relawan Tapa Malenggang (RTM) adalah kumpulan relawan budaya yang memperjuangkan serta menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan kebijakan. Sehingga dengan tujuan utama melestarikan budaya masyarakat Batanghari, RTM ini mulai berdiri di 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Muara Bulian, Kecamatan Bajubang, Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Muara Tembesi.

Jum’at (13/04) RTM melaksanakan rapat sekaligus silaturrahmi pengurus RTM di kecamatan Muara Bulian, turut hadir pada acara ini Mardi Ali selaku ketua harian LMPI, Yernawita dari partai PKB, Witriya Widya Ningsih dari partai golkar, anggota LSM Lippan, LSM Tembak, LSM Peduli Bangsa serta Fadlan Helmi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Pasar Baru.

Jajaran pengurus RTM hadir dalam aksi berbagi tersebut

“Acara kita hari ini adalah rapat Relawan Tapa Malenggang yang mana di akta notaris kami adalah kumpulan relawan sejarah Batanghari, yang didirikan oleh tokoh sejarah Tapa Malenggang yaitu Abun Yani Zainul, Azhar,” kata Amirudin Sekretaris RTM usai acara tersebut.

Menurut Abunyani yang juga merupakan salah seorang pendiri RTM, nama Tapa Malenggang berasal dari cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Batanghari yang merupakan kabupaten tertua dari Provinsi Jambi.

Cerita ini berkisahkan tentang ada tiga ikan sakti bernama Tapa Malenggang (Mambang Di Awan), Tapa Kudung (Mambang Di Bulan) dan Tapa Tima (Mambang Sakti). Ketiga ikan tersebut adalah kakak beradik. Ayah mereka bernama Sati Menggung dan ibu mereka bernama Sicindai Laut.

Sati Menggung kakak beradik dengan Datuk She Sipanjang Jangut, dan istrinya bernama Dewo Sakti. Datuk She Panjang Jangut mempunyai anak tiga orang yaitu: anak pertama Siti Muno, anak kedua bernama Rajo Mudo dan yang bungsu bernama Mabang Di Rete. Ketiganya mendapat tugas dan gelar sesuai tugas yang diberikan. Siti Muno bertugas di Muaro Sungai Temsu bergelar Ular Bide. Rajo Mudo bertugas memasang menteban besidi Gemulan Tujuh Uluan Sungai Batang Hari.

Mabang Di Rete bergelar Labi-Labi Putih bertugas di Sungai Bekal oleh ayahnya Datuk Seh Sepanjang Jangut, dan dia dibekali satu keris bernama Secangkir Ufas. Apabila kena keris tersebut seperti serasa minum racun, juga dibekali ilmu bernama Mentelak Idak Mati Berdara.

Dari cerita rakyat “Tapa Malenggang” kita tahu bahwa ikan Tapa Malenggang mendapat tugas dari orangtuanya untuk menjaga Sungai Batanghari dan bermukim di Hulu Sungai Batanghari, karena kesaktiannya yang terkenal itu, ikan Tapa Malenggang membantu masyarakat Batanghari sehingga Tapa Malenggang dijadikan ikon Kabupaten Batanghari.

Relawan Tapa Malenggang sendiri diketuai oleh M.Ali, Wakil Ketua, Ibrahim, Sekretaris, Amirudin, Wakil Sekretaris, Hendra dan Bendahara, Suherpan.


Usai acara rapat tersebut, M. Ali selaku ketua Relawan Tapa Malenggang menyerahkan bantuan konsumsi berupa air mineral kepada pengurus masjid Dakwatul Islamiyah, dalam rangka membantu untuk kelancaran acara isra’ mi’raj yang diadakan di Masjid Tersebut. (Ali kucir)