SAROLANGUN – Wacana Pemerintah Daerah Sarolangun yang bersinergi dengan Tentara Negara Indonesia membuat kawasan terpadu untuk Suku Anak Dalam (SAD) disambut baik oleh warga SAD tersebut.
Perihal ini, diketahui saat Danrem 042/Gapu Jambi, Kolonel Infantri Dany Budiyanto SE didampingi Wakil Bupati Sarolangun, H.Hilallatil Badri saat meninjau lokasi kawasan terpadu di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam.
Selama ini, SAD atau juga disebut orang rimba, diketahui susah diajak untuk bermasyarakat. Namun hal itu ternyata terbantahkan. Bahkan mereka (SAD, Red) merasa bangga terhadap Pemerintah akan membangun kawasan buat mereka.
Temenggung (Kepala,red) Tarip menyampaikan kepada warganya agar kedepannya tidak sama dengan yang sudah berumur (Tua,red). Sebab menurut dirinya, banyak yang berumur tidak tau baca tulis.
“Jadi kamu cucung harus hati-hati dan baik-baik sekolah yo, jangan sampai ado yang pegang (maaf) burit orang, tolong bikin daftar hadir karena kami ini tidak tau baca tulis, ini kesempatan kamu karena Rajo Godong (Pemerintah, Red) membantu kito. Jadi kesempatan kamu untuk sekolah, jangan sampai seperti datuk iko,” pesan Tarip
Dengan kedatangan Danrem dan Wakil Bupati beserta rombongan meninjau lokasi kawasan terpadu itu, temenggung Tarip mengaku senang.
“Jadi kami senang bapak rajo (pemerintah,red) mengunjungi kami seperti ini, memberi nasehat ke kami dan memberi petunjuk dengan kami, supayo kami kami bisa hidup. Kami patuh dengan bapak, kalau kami tidak patuh terhadap perintah bapak mako kami macam inilah selamonyo,” katanya
Dikesempatan itu juga, Temenggung Tarip sempat juga menceritakan ada warga SAD yang menjadi Anggota TNI sekarang ini.
“Seperti bapak rajo sudah mengangkat anak buah ponakan kami yaitu Budi, sekarang sudah jadi anggota TNI, kami raso mau makan (maaf) tai bapak tu, saking bangganya kami ado orang kami yang sudah jadi tentara. Nanti ado jugo jadi guru wai bangganyo minta ampun rasonyo kami tidak bisa membayangkannya. Terima kasih banyak kami ucapkan dengan rajo godang,” bebernya
Kendati demikian, dengan adanya kawasan terpadu yang kini telah dilakukan pembangunan oleh Pemerintah Daerah dan TNI, Temenggung Tarip mengajak semua Temenggung untuk patuh terhadap Pemerintah.
“Jadi kami sepakat, semua temenggung (kepala suku) harus patuh terhadap rajo, biar siapopun itu, baik dari rajo desa, Kecamatan sampai kabupaten kami akan patuh dan Kami berterimo kasih telah memimpin kami semua tingkat rajo, kalau kami orang rimba ini pak rajo itu ialah pemerintah, kalau kami dewek buat macam ini dak bisa pak, kalau tidak rajo mano bisa, palingan kami buat sudung (pondok) kecil dihutan itu, kalau hujan digulunglah kain baru kami peluk, nanti kalau hujan sudah berhenti baru lah kami bentang lagi buat tidur, jadi kami ini berterimo kasih dengan rajo yang akan membuat rumah untuk kami walaupun didalam rimbo tetapi rumah bagus supayo kami bisa tiduk nyenyak pak.” tandasnya (Ajk)
