BERITA JAMBI – SR Komunitas Eliminasi TBC Jambi menggelar Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Penanggulangan Tuberkulosis di Kota Jambi, Selasa (20/12) Direktur SR Beni Ari Feriadi harap ke depannya semua elemen dapat terlibat dalam minimalisir TBC di Jambi.
Pria yang akrab disapa Aripati ini mengatakan, bahwa dalam rangka mendukung pendekatan District-Based Public-Private Mix (DPPM), SR Konsorsium Penabulu-STPI ikut serta mengambil peran penting untuk memperkuat jejaring layanan TBC tingkat kota Jambi.
Baca juga : Jumat Berkah, Kasi Humas Polres Muaro Jambi Lagi-lagi Serahkan Paket Sembako
Untuk itu Konsorsium Komunitas PenabuIu-STPI berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mendorong kesadaran menyebarkan positif kepada masyarakat, tentang pentingnya melakukan notifikasi wajib serta dalam proses pencatatan dan pelaporannya di layanan swasta sesuai PERMENKES 67 tahun 2016.
Menurut Aripati, tujuan dari kegiatan ini salah satunya yakni mendorong serta mengoptimalkan fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta, untuk dapat meningkatkan standar pelayanan minimal terhadap pasien TBC.
“Mendorong penemuan TBC melalui pendekatan Public Private Mix, mendorong keterlibatan pemerintah dan semua pihak baik tingkat kota hingga kabupaten dalam upaya penanggulangan TBC melalui upaya preventif dan promotif. Mendorong setiap faskes yang memberikan pelayanan TBC wajib melakukan pencatatan dan melaporkan yang ditemukan dan atau diobati sesuai format pencatatan dan pelaporan yang di tentukan secara standar nasional,” imbuhnya.
Selain itu, hal ini juga di nilai dapat memperkuat peran masing-masing instasi kelembagaan dan organisasi dalam mendukung jejaring DPPM di tingkat kabupaten kota.
Oleh karena itu, pria yang juga merupakan advokat kondang di Jambi ini berharap elemen terkait dapat terlibat dalam menanggulangi tuberkulosis ini. Seperti legislatif, eksekutif dan pihak terkait lainnya ikut handil, sehingga nanti dapat menyadari masyarakat atas bahayanya TBC.
“TBC ini bukan hanya tanggungjawab Dinas Kesehatan saja, tapi tanggungjawab semuanya. Semuanya harus terlibat, karena saya pernah ke lapangan ada warga dan RT yang melarang untuk mendata. Jadi kita sadari, TBC ini bisa di sembuhkan. Selama 6 bulan, kalau berhasil mereka akan sembuh,” tuturnya.
Tanggapan Pembina SR
Sementara itu, Pembina SR Komunitas Eliminasi TBC Jambi, Ratu Munawaroh ikut memberikan komentar dalam kegiatan tersebut.
Ratu berharap pemerintah dapat memprioritaskan kesehatan masyarakat dan mendukung, karena kesehatan lebih penting yang akan berimplikasi untuk kemajuan negara.
Baca juga : Lagi, Harga Sawit di Jambi Turun Pekan Ini
”Harapannya dengan kegiatan ini memacu semangat untuk menjadi program yang berhasil untuk akselerasi kemajuan kesehatan dan mengembangkan pengetahuan tentang bahaya TBC, ” tukasnya.
Selain itu, ia juga mengatakan dalam kegiatan harus ada aksi nyata dan kompak, untuk membangun kompetensi bersama. (Nrs)
