BERITA JAMBI – Seolah tak kenal lelah, ATJ rapat bersama Camat dan Lurah demi kelancaran angkutan batubara, Minggu (24/9/2023) malam. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting.
Hal ini disampaikan Karyadi, Ketua Asosiasi Transportir Batubara Jambi atau lebih dikenal ATJ bersama Konsorsium Pengawal Kebijakan (KPK) Pemerintah.
“Rapat bersama Camat Kota Baru, Lurah Kenali Asam dan Lurah Talang Gulo,” ungkapnya pada awak media ini.
Khususnya Talang Gulo yang belakangan viral, usai laka lantas yang menelan korban jiwa, pertemuan ini tentu sangat bernilai. Meski hari libur, ATJ tetap bekerja dan melakukan pertemuan.
Karyadi bilang, dari pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan yakni agar warga setempat ikut turun ke jalan.
“Membantu kelancaran lalu lintas dan siap bergabung dengan konsorsium,” katanya.
“Dan telah ditemukan formulanya, bahwasanya tokoh pemuda dan masyarakat ikut menertibkan lalu lintas agar mengurangi pelanggaran lalu lintas, diantaranya mendahului jam operasional,” tambahnya.
Baca Juga : Warga Talang Gulo Belum Lepas Blokir, ATJ Sambangi Rumah Duka
Kehadiran ATJ dengan satgasnya diharapkan dapat menertibkan lalu lintas terhadap sopir nakal yang mendahului jam operasional. Termasuk, sopir yang blong kanan atau mendahului sesama angkutan batubara.
Hal ini, kerap menimbulkan kemacetan terutama saat lalu lintas padat dari dua sisi.
Kehadiran ATJ, termasuk untuk mengurai kemacetan yang ditimbulkan sopir tersebut, atau atas insiden kecelakaan yang terjadi di jalan.
Sebelumnya, Sabtu (23/9/2023) ATJ menyerahkan bantuan Rp 5.500.000 untuk insiden tabrakan di Desa Ampelu Mudo, Batanghari.
Bantuan itu untuk korban luka parah Rp 2 juta, luka ringan Rp 500 ribu dan evakuasi kendaraan Rp 3 juta.
ATJ juga mengklaim, tak hanya membantu korban kecelakaan dan evakuasi kendaraan, namun siap membantu korban meninggal dunia.
