Tak Cukup Mushola Jadi Kelas, Perpustakaan Pun Jadi Tempat Belajar

SAROLANGUN – Kebutuhan lokal baru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Desa Siliwangi, Kecamatan Singkut mendesak untuk dibangun. Bagaimana tidak, untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut, memanfaatkan Mushola sebagai tempat menuntut ilmu.

Hal ini didapati langsung awak media, Sabtu (29/7) di sekolah tingkat dasar tersebut. Tak hanya rumah ibadah itu yang dimanfaatkan untuk tambahan kelas, rupanya sarana membaca, perpustakaan pun digunakan sebagai ruang KBM para siswa.

Pantauan Dinamika Jambi, Mushola disekat untuk ditambahkan menjadi 2 kelas. Para pelajar yang duduk di kelas V A berjumlah 30 dan V B dengan 31 siswa siswi.

Sementara Perpustakaan yang dimanfaatkan sebagai ruang belajar, digunakan siswa kelas VI B sejumlah 30 orang anak terlihat sedang belajar dengan tekun.

Kepala Sekolah, Hendra S.Ag dalam bincangnya bersama wartawan, membenarkan kondisi sekolahanya tersebut. Meski begitu, kepercayaan para wali murid pada sekolah yang dipimpinnya, cukup tinggi.

“Alhamdulillah kepercayaan para orang tua yang menyekolahkan anaknya disini cukup tinggi,” katanya.

Kekurangan Kelas, Mushola dan Perpustakaan dijadikan tempat belajar
Kekurangan Kelas, Mushola dan Perpustakaan dijadikan tempat belajar

Dengan kondisi sekolah tersebut Ia sangat mengharapkan sekali bantuan penambahan 3 lokal gedung baru.

“Ya mudahan saja nantinya ada bantuan pembangunan lokal dari pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun walaupun semangat siswa dalam belajar disini sangat luar biasa,” ungkapnya(Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page