MUAROJAMBI – Puluhan rumah warga di Desa Simpang Sungai Duren, kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, sudah 6 hari ini, PDAM yang mengalir kerumah mereka mati total, sehingga air tidak mengalir. Akibatnya, banyak warga membeli air bersih dan bahkan ada juga yang harus ‘mengungsi’.
Eka, salah satu warga perumahan Puri Masurai II, mengungkapkan dalam seminggu ini air PDAM mati total sehingga kehabisan air bersih.
“Satu minggu ini tidak hidup dan saya bersama keluarga terpaksa pindah ke rumah keluarga untuk sementara, karena kami tidak punya air untuk minum dan mandi. Ada juga warga yang membeli air,” ceritanya.
Ia melanjutkan, beberapa warga sudah mengirimkan surat kepada unit PDAM simpang Sungai Duren, untuk mempertanyakan kenapa air yang tidak mengalir.
“Kami dan beberapa warga mengirim surat ke PDAM, agar adanya tanggapan dari pihak PDAM untuk memperbaiki saluran air yang mengalir ke tempat kami. Karena kami bayar tagihan air terus setiap bulannya,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala PDAM Unit Simpang Sungai Duren, Abunjani saat di konfirmasi, membenarkan bahwa memang pihaknya telah menerima laporan tersebut.
“Memang sekarang ini mesin pipa penyedot air yang di pakai untuk menyalurkan air kerumah warga, sedang terbakar dan rusak. Oleh sebab itu, kami sedang mengupayakan perbaikan yang memang memakan waktu cukup lama, dan kemungkinan akan selesai perbaikannya hari Kamis mendatang,” jelasnya
Selain itu, Abunjani mengatakan bahwa saat ini pihaknya memang sedang mengalami masalah akibat terbatasnya suku cadang yang dimiliki. Akibatnya, perbaikan pipa saluran tersebut sedikit lambat dan juga untuk penyaluran air PDAM yang paling banyak pun memang di wilayah setempat.
“Pelanggan disini sudah 8.000 pelanggan, sehingga pipa penyalur yang di miliki unit Sungai Duren pun paling besar berkapasitas 100 liter per detik dan selalu bekerja setiap saat sehingga resiko terbakar atau rusak pun lebih mudah,” keluhnya
“Kepada seluruh warga jika terjadi macetnya air atau tidak hidup di harapkan agar warga cepat melapor baik secara tertulis atau lisan agar segera cepat di perbaiki,” tutupnya. (Din)
