JAMBI – Posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Bernhard Panjaitan tampaknya semakin dilema. Status pegawai pusat yang disandangnya, mengancam Bernhard Panjaitan tak masuk dalam kabinet Pemerintahan Jambi Tuntas.
Gubernur Jambi, Zumi Zola kepada sejumlah awak media usai menyambut Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, Selasa (2/5) siang. Bilang Zola, terkait membangun pemerintahan yang dipimpinya, Ia memastikan tak akan mengambil resiko.
“Untuk kepala PU ini sebetulnya, arahan Badan Kepegawaian Negara. Karena statusnya yang menjabat itu, dia adalah pegawai Kementrian PU. Nah, Inikan bermasalah. Jangan sampai kedepannya, apa yang kita kerjakan, karena status ini, menjadi abu-abu. Saya tidak mau ambil resiko itu,” tegas Zola menjawab awak media.
Bilang orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu, BKN sudah memberi restu untuk mengajukan lelang jabatan. Selain SKPD penyedot anggaran APBD terbesar ini, ada juga lelang untuk kursi di RSUD Raden Mattaher, Dispenda dan Assisten II. Untuk posisi strategis setingkat eselon II ini sudah dibuka dan termasuk untuk Bernhard.
“Kalau yang bersangkutan maju, ya silahkan. Posisi-posisi ini harus dikerjakan. Tapi prosedur-prosedur itu tidak boleh ditinggalkan,” katanya.
