TANJABBAR – Dewan sindir Pemkab Tanjabbar, terkait mangkraknya proyek pembangunan Sport Center di Kabupaten Ujung Jabung tersebut.
Sebagaimana diketahui, proyek yang telah direncanakan pada 2013 silam, hingga hari ini tidak kunjung selesai.
Baca juga : Temukan Posko Covid-19 Merangin Kosong, HMI Dukung Pansus DPRD
Bahkan, proyek pembangunan itu sendiri sudah masuk sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil DPRD Kabupaten Tanjabbar, Ahmad Jafar saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (16/06/2020).
ia mengatakan bahwa tidak selesainya proyek pembangunan sport center tersebut, karena memang tidak ada keinginan dari Pemerintah Daerah untuk menyelesaikannya.
“Dalam program Pak Safrial ini sudah masuk dalam RPJMD, oleh karena itu, saya mengingatkan kembali bahwa pembangunan ini harus selesai,” tegasnya.
Indikasi ketidakinginan Pemerintah Daerah, untuk menyelesaikan proyek pembangunan sport center ini, tampak perkembangan pembangunan yang telah dianggarkan sebanyak tiga kali tersebut.
Ia menyebutkan bahwa seharusnya Kabupaten Tanjabbar telah memiliki bangunan GOR, jika Pemerintah Daerah serius.
“Minimal Gedung Olahraga (GOR/red) itu yang selesai. Ketika banyak yang bertanya kenapa ini tidak selesai, ya karena memang politikal wilnya tidak kuat. Yang seperti ini butuh politikal wil yang kuat,” bebernya.
“Bahasa Sport Center itu dari dinas Pemuda dan Olahraga, bukan berasal dari kita.” Timpalnya.
Dirinya mengatakan, jika pembangunan proyek sport center ini tidak lagi dikerjakan pada tahun 2019 lalu. Sementara pada tahun sebelumnya, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp.16.604.258.000.
“2013 sudah masuk dalam perencanaan, sudah kita anggarkan. Kalau untuk detailnya saya tidak tahu tapi yang jelas angkanya di atas lebih dari Rp30 miliar,” sebutnya.
Sindir Dewan
Tak ayal, dewan ini pun sindir Pemkab Tanjabbar, yang dinilai tidak serius dalam pembangunan sport center tersebut.
Menurutnya, jika memang pemerintah serius untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, minimal saat ini Kabupaten Tanjabbar sudah memiliki Gedung Olahraga.
Namun karena tidak ada keseriusan pembangunan tersebut, maka kondisi yang ada sekarang hanya tiang pancang dan cor lantai.
“Ini sudah dua tahun mangkrak tidak di kerjakan. Artinya kalau pembangunan ini didorong, maka paling tidak Gor nya saja bisa di selesaikan,” ungkapnya
Tak hanya itu, ia bahkan membandingkan pembangunan fasilitas olahraga tersebut, dengan pekerjaan Balai Adat Tanjabbar.
Lihat juga video : Klik Disini
Padahal, perencanaan pembangunan fasilitas olahraga tersebut sudah di rencanakan terlebih dahulu.
“Balai adat selesai, arena MTQ bisa, WFC bisa. Artinya kalau Gor ini politikal wilnya kuat pasti bisa. Artinya kalau pemerintah daerah memiliki keinginan yang kuat pasti ini bisa. Persoalannya hanya di situ,” pungkasnya. (hry)
