TANJABBAR – Perusahaan PT. Petro China Internasional Jabung ltd, Diduga telah semena-mena melakukan penyerobotan terhadap lahan tanaman kelapa sawit milik petani di wilayah desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Perusahaan yang bergerak di bidang Migas ini, diketahui melakukan pengusuran secara sepihak. Tanpa ada koordinasi secara baik dengan pihak pemilik lahan maupun pihak desa setempat.
Akibatnya, tokoh dan masyarakat setempat dibuat meradang, mereka pun akan melakukan tindakan dengan melaporkan pihak perusahaan tersebut ke presiden Joko Widodo.
Mulyadi warga desa Terjun Gajah Kecamatan Betara, yang kebun kelapa sawit nya juga ikut diserobot perusahaan mengatakan, diri merasa kecewa karena kebun sawit milik nya secara sepihak telah digusur oleh PT.Petro China Internasional Jabung ltd. Karena alasan perluasan lokasi Eksploitasi sumur migas milik perusahaan.
Dirinya juga menunjukkan bukti, bahwa patok tapal batas milik perusahaan secara sengaja di geser dan masuk ke kebun kelapa sawit warga.
“Lahan yang di gusur oleh perusahaan ini telah mencapai ratusan meter dengan panjang 125 Meter dan lebar sekitar 125 Meter,” kata Mulyadi.
Disebutkannya, kejadian penggusuran yang di lakukan pihak perusahaan ini tidak di ketahui oleh dirinya maupun masyarakat setempat.
“Karena biasa nya pihak perusahaan (Petrochina Jabung Ltd – Red) melakukan koordinasi sebelum di lakukan penggusuran,” ungkapnya.
Dirinya bersama tokoh masyarakat merasa heran atas kejadian ini. Padahal dirinya merupakan pemegang hak pemilik lahan serta mempunyai sertifikat dari pemerintah.
Dirinya bersama tokoh masyarakat setempat, kata Mulyadi akan menuntut ganti rugi kepada pihak perusahaan migas tersebut, bahkan akan melaporkan hingga ke presiden jika pihak perusahaan tidak mau bertanggung jawab.
“Seharusnya pihak perusahaan koordinasi dulu pada warga setempat lahan itu milik siapa, jangan asal gusur, saya minta pertanggung jawaban pihak perusahaan atas kerugian ini,” ujarnya dengan nada kesal.
“Lahan ini bersertifikat atas nama saya, dan akan saya lanjutkan kan perkara ini. Bahkan bila perlu sampai ke presiden saya akan minta tolong kepada pemerintah daerah setempat,” ungkapnya.
Hal serupa juga di sampaikan Jamrot, ia selaku toko masyarakat Desa Terjun Gajah selama ini juga di buat panik atas ulah perusahaan yang mengadakan penggusuran secara sepihak kepada warga desa setempat, selama ini pihak nya menilai keberadaan perusahaan ini malah membuat warga resah bukan membuat warga sejahtera.
“Pihak perusahaan tidak pernah memberitahukan, bahwa akan ada perluasan lahan. Bukan itu saja pipa yang membentang di jalur warga selama sepuluh tahun lebih tidak pernah ada realisasi. Sementara yang di rugikan masyarakat setempat,” sebutnya.
“Atas tindakan sepihak yang dilakukan perusahaan ini, warga Desa Terjun Gajah menghentikan alat berat milik perusahaan dengan mengusir alat berat tersebut. Agar penggusuran tidak di lanjutkan sambil menunggu reaksi pihak perusahaan,” tegasnya.
(hry)
