Serem, Kamar Hotel Ini Pernah Jadi Tempat Pemerkosaan dan Penyiksaan

JAKARTA – Sungguh serem kisah hotel ini, yang seluruh kamar ya pernah menjadi tempat pemerkosaan, dan penyiksaan para wanita.

Dari informasinya, beberapa waktu lalu kamar hotel ini dijadikan tempat pemerkosaan dan penyiksaan. Bahkan wanita tersebut, dilempari roti dengan tangan terikat.

Baca juga : Bupati Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional IB

Dilansir dari Detik.com Januari lalu Hotel Vilina Vlas sudah bikin geger. Setelah mempromosikan untuk menerima wisatawan.

Seluruh kamar di hotel itu, pernah digunakan untuk perkosaan dan penyiksaan.

Bikin Heboh

Hotel itu kembali bikin heboh belakangan, hingga memunculkan petisi agar Google. SertA mengintervensi bagian promosi wisata, oleh sebuah kota di Bosnia timur, Visegrad. Juga promosi oleh Republik Srpska.

TripAdvisor juga diminta untuk menghapus promosi itu, dari situs mereka.

Lagipula, di situs itu penilaian dari pelanggan tak bagus-bagus amat alias hotel kotor. Yang patut dipuji cuma view, dan air panasnya.

Dikutip dari Guardian pada Januari 2020, promosi hotel itu di TripAdvisor cukup membingungkan.

Selain tripAdvisor, hotel itu juga dipromosikan dalam buku panduan, wisata Bosnia-Herzegovina oleh Brandt.

Yang menjadi masalah, promosi-promosi hotel itu tak menyertakan informasi, masa lalu Hotel Vilina Vlas.

Sejarah Kelam

Hotel itu mempunyai sejarah kelam. 25 tahun lalu, hotel itu merupakan tempat jagal dan pemerkosaan terhadap 200 wanita.

Dimana dengan mayoritas diantaranya, adalah muslim oleh kelompok itu.

Bahkan, perkosaan di hotel itu tak mengenal usia. Ada yang menyebut sejumlah korban berumur 114 tahun.

Menurut para korban yang berhasil selamat, Hotel Vilina Vlas adalah mimpi buruk.

“Terlalu banyak peristiwa terhadap perempuan di hotel itu, dan darah di mana,” kata seorang korban.

“Semua kamar di hotel itu dikunci. Setiap hari mereka melemparkan roti kepada kami, yang harus ditangkap dengan gigi karena tangan kami diikat. Ikatan itu cuma dilepas, saat mereka memerkosa kami,” dia menambahkan.

Kasurnya

Kendati kasurnya mungkin telah diganti dan dindingnya dicat ulang. Namun dipan tempat tidur yang digunakan turis saat ini, sama dengan yang digunakan untuk penyiksaan wanita di masa lalu.

Lobi kuno di Hotel Vilina Vlas itu, memiliki lantai dengan batu yang sama yang pada tahun 1992. Dimana yang bisa jadi cuma disemprot, agar bersih dari darah.

Kolam Renang Juga Tempat Penyiksaan

Begitu pula dengan kolam renang yang disebut-sebut, juga merupakan tempat penyiksaan.

“Orang-orang yang pergi ke sana tidak tahu mereka tinggal di kasur, tempat perempuan diperkosa. Dan berenang di kola, tempat orang-orang dieksekusi,” kata Bakira Hasecic, warga lokal Visegrad.

Ya, Hotel Vilina Vlas menyimpan sejarah kelam. Pada 1992 operasional hotel itu, dipimpin oleh Milan Lukic. Dia seorang pemimpin kelompok sadis, paramiliter Serbia White Eagles.

Kelompok itulah yang menjadikan Visegrad. Sebagai sebuah rumah pekuburan, dan mengosongkannya dari kelompok muslim.

Setelah bertahun-tahun dalam pelarian, termasuk beberapa waktu di Amerika Latin, Lukić ditangkap.

Tak hanya itu, ia juga diadili di pengadilan pidana, internasional di Den Haag. Kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Melakukan Kejahatan

Dia terbukti melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, kekejaman, penganiayaan, dan kejahatan lain terhadap kemanusiaan.

Setelah perang usai, hotel itu kembali beroperasi. Tak ada perubahan furnitur, juga tak ada tugu peringatan. Hal ini atas korban-korban dari perang itu.

Bahkan, Walikota Visegrad Meladeni Djurevic membantah, pernah mendengar tentang pemerkosaan. Serta adanya penyiksaan, atau pembunuhan di Hotel Vilina Vlas.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi di sana, Saya tidak tertarik untuk kembali ke masa lalu. Mengapa saya membaca tentang itu, jika saya tidak tertarik untuk kembali ke sana?” ujar Djurevic.

Sumber : Detik.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page