Sempat Tenggelam, Evi Suherman Akan Telusuri SMK Terbengkalai di Sarolangun

JAMBI – Salah satu sekolah di daerah Kabupaten Sarolangun yang dibangun menggunakan dana Pemerintah, sempat menjadi temuan oleh para anggota DPRD Provinsi Jambi beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini masih tak berujung. Oleh karenanya Evi Suherman, komitmen akan kembali menelusuri SMK yang sudah menghabiskan uang negara dan daerah tersebut, Selasa (17/09/2019).

Kabarnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sarolangun itu, tampak sudah tidak terurus, sehingga berdampak pada siswanya yang kian hari makin sedikit.

Diketahui sebelumnya, bahwa dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Provinsi Jambi beberapa waktu yang menemukan adanya SMK yang rusak karena terendam banjir. Serta adanya SMK pertambangan yang tidak memiliki guru pertambangan.

Melanjutkan temuan tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, langsung melakukan Hearing bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk ditindak lanjuti bagaimana baiknya.

Namun, sayangnya hingga saat ini perkara tersebut saekan bungkam, dan tidak ada titik terangnya dari Dinas Pedidikan Provinsi Jambi.

Berita lain : Komisi IV DPRD Jambi Gelar Hearing Dengan Diknas, Ada Temuan Soal Ini?

Saat dicoba untuk dikonfirmasi, pihak Disdik pun selalu menyebut, bahwa pihaknya sudah merencakan untuk kembali memantau keloangan. Kenyataannya, hingga saat ini belum ada pergerakan yang pasti dari pihak Diknas itu sendiri.

Evi Suherman sekalu anggota DPRD Dapil Sarolangun-Merangin, saat dikonfirmasi mengaku pernah mendengar soal kabar SMK tersebut, namun dirinya belum tahu pasti dimana lokasi tepatnya.

Meski demikian, dewan asal Sarolangun itu akan meninjau kembali ke lokasi, dan mencari apa penyebab, dan bagaimana kronologisnya.

“Rencananya, nanti waktu reses salah satunya ya itu, saya turun langsung kesitu bersama teman-teman dewan lainnya. Kita cek betul SMK itu,” kata Evi pada Dinamikajambi.com, Senin (16/09/2019) kemarin.

Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi Jambi itu sangat menyayangkan, bahwa sekolah yang dibangun dengan menghabiskan banyak uang negara dan daerah itu, tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan kabarnya saat ini, tidak ada fungsi.

“Artinya kan SMK ini kan sudah dibuat dengan sekian banyak duit negara, duit daerah, kenapa kok sampai sekarang SMK itu tidak ada fungsi.” imbuhnya.

Untuk memulai langkah tersebut, Polistisi Partai PPP itu akan merenacana mencoba menelusuri dari sisi sosialnya terlebih dahulu, dan jarak tempuhnya dari lingkungan masyarakat seberapa jauh. Sehingga nanti, disitu akan ditemukan bagaimana titik terangnya.

“Kita mau lihat dulu dari masalah sosialnya dulu, apakah masyarakat disitu memnag tidak bersahabat, atau jarak tempuhnya yang terlalu jauh, sehingga tidak efektif untuk dijadikan SMK. Sayo jugo belum tau, itu SMK nya terletak di desa mana. Cobalah nanti kita cek dulu.” pungkasnya.

(Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033