JAMBI – Ratusan mahasiswa dari Universitas Negeri Islam (UIN) Sultan Thaha Jambi turun ke jalan, Kamis (20/09) pagi. Aksi di simpang Bank Indonesia itu, menuntut kasus korupsi berjamaah yang memalukan Jambi.
Dalam aksi damainya itu, mahasiswa mendesak Gubernur non aktif, Zumi Zola untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya. Selain itu, mendesak KPK untuk menetapkan status 53 dewan yang terjerat kasus.
Dari simpang BI, ratusan mahasiswa longmarch ke Kejaksaan Tinggi Jambi, dan berpusat di gedung DPRD Jambi. Mahasiswa menilai, kasus tersebut sudah membuat malu Jambi. Untuk itu, kasus yang tengah digarap KPK itu, agar segera diungkapkan
Saat berorasi di depan gedung DPRD Jambi, ratusan mahasiswa ini sempat bentrok dan terjadi lempa batu dengan pihak kaamanan aparat kepolisian. Namun hal tersebut terhentikan karena penjagaan sudah dilengkapi dengan mobil water canon dan pejabat DPRD pun lagi tidak dikantor. Al hasil terpaksa mereka membubarkan diri,dan pulang dengan hasil yang tak sesuai harapan.
Seperti yang dikatakan oleh Presiden BEM UIN STS Jambi, Ari Kurniadi bahwa ratusan mahasiswa ini terpaksa dibuburkan, karena selain tidak dapat masuk ke dalam kantor DPRD Jambi, pejabatnya pun juga tidak ada.
“Ketentuan kami kan ingin masuk ke dalam gedung, tapi tidak diizinkan, ya karena aparat banyak kan, kami tidak bisa menerobos. Yang jelas kami sudah menyampaikan, media juga sudah banyak yang mereka. Dan yang jelas kami sudah membuktikan bahwasanya kami sudah membuat sebuat gerakan bagaimana untuk mengevaluasi, untuk memberikan semacam stok efek lah kepada pemerintah agar segera ditangani kasus korupsi dijambi ini.” jelasnya.
Baca Juga : Demo Ribuan Mahasiswa Pecah, Kantor DPRD Dilempar Batu
Saat ditanyakan, apakah akan ada aksi lanjutan lagi setelah ini atau tidak, Ari menyampaikan pasti akan ada. Karena baginya jika Jambi ini belum benar-benar bersih, dan kasus korupsi ini belum terselsaikan. Ratusan mahasiswa ini akan terus mengadakan aksi.
“Kami akan tetap mengawas provinsi Jambi, sampai kapan pun kami akan melakukan terus turun aksi sampai benar-benar bersih, dan selesainya kasus korupsi di Jambi ini,” pungkasnya. (Red).
