BERITA JAMBI – Setiap kesusahan pasti ada jalan, bagi dia yang tetap tegar dan berjuangan menuju masa depan yang cerah. Begitulah sebuah ungkapan dari kisah hidup Akmaluddin, hingga duduk di kursi empuk DPRD Provinsi Jambi.
Sempat menjadi Marbot sambil menjalani perkuliahan, kini Akmaluddin bisa merasakan duduk di kursi empuk DPRD Provinsi Jambi.
Pria yang akrab di sapa Bang Akmal ini, latar belakang dari keluarga Petani. Kelahiran 21 Desember 1982, tidak menyurutkan langkahnya menuju kesuksesan. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Ia telah mengarungi derasnya ombak. Sejak kelas 1 SD Dirinya telah bekerja membantu orangtua, sebagai pedagang makanan di kantin sekolah dasar tempatnya menimba ilmu.
Baca Juga : Tak Terima Ditagih Uang Minuman Rp 3,3 Juta, Oknum Polisi Tembak TNI AD
“Karena Ayah pada waktu itu sakit, ya mau tidak mau bantu Ibu jualan di sekolah. Ya namanya lahir dari keluarga yang ekonomi pas-pasan,”ungkapnya.
Keadaan tak membuatnya berhenti menggapai masa depan, memutuskan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren.
Dengan mengandalkan kiriman dari orangtua, Akmal menimba ilmu di Pondok Pesantren As’ad Jambi Kota Seberang. Selama 6 tahun mencicipi kehidupan ‘mondok’, membentuk sosok yang mandiri.
Seakan tak puas meraih ijazah Madrasah Aliya, Akmal melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negri Sultan Thaha Jambi Saifudin.
Jadi Marbot
Karena keterbatasan ekonomi, mengandalkan kiriman orang tua. Akmal memutuskan untuk tinggal di Masjid. Sembari mengerjakan rutinitas, Ia juga mencari uang jajan dari mengajar ngaji anak-anak sekitar Masjid.
“Alhamdulillah tetangga baik-baik dulu, ya saya sambil ngajar ngaji anak-anak sekitar. Sampinganlah untuk uang jajan,” katanya.
Lihat Juga : Perpanjang Dan Buat SIM Baru Bisa Online, Berikut Langkahnya
Rutinitas sebagai marbot dan mengajar ngaji, tidak mengurungkan niatnya mengasah kemampuan organisatorisnya. Dengan memiliki modal awal, pernah sebagai Sekretaris OSIS di Pondok Pesantren.
Selain itu Ia pun juga melanjutkan karir organisasinya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tak hanya itu, Akmal juga sempat menjabat sebagai ketua Lembaga Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab.
Terus mengasa insting politiknya, Akmal memberanikan diri mencalonkan sebagai Gubernur Fakultas Tarbiyah. Hingga puncak karir organisasinya, sebagai Ketua Bidang Komunikasi Umat HMI Cabang Jambi.
Terjun Ke Politik
Tidak langsung terjun bebas dalam percaturan politik, akmal memulai karirnya di Desa tanah kelahirannya. Sempat di percaya sebagai Bendahara Desa Pulau Muara Tembesi Batanghari.
Sembari mengabdi di pemerintahan Desa, Ia juga aktif sebagai pengusaha.
“Ya, sambil jadi kontraktor kecil-kecilan lah. Itu berkat bimbingan senior saya dulu,” tukasnya.
Memiliki motto ‘kembali dan mengabdi pada rakyat’, Ia memutuskan bergabung dengan PDI Perjuangan. Menurutnya, dalam mengaspirasikan suara masyarakat perlu sebuah pilihan dan pengabdian.
Lihat Juga Video : Di tengah Perjalanan, Bupati Setir Mobil Sendiri
Sebelumnya, juga sempat menjadi Tenaga Ahli DPR RI dari Partai PDI Perjuangan. Seakan naluri politiknya terpancing, Akmal memutuskan mencalonkan diri pada Pileg 2019 di Dapil Muaro Jambi-Batanghari. Kini Akmal duduk di Komisi I DPRD Provinsi Jambi, dan di amanahkan sebagai Ketua KAHMI Kabupaten Batanghari.
“Tidak ada perjuangan yang tidak berhasil, setiap orang itu ada masanya, dan setiap masanya ada orangnya,” bilangnya. (Tr01)
