Sempat Dihentikan, Ini Perkembangan Polemik Pengeboran Minyak di Muaro Jambi

BERITA JAMBI – Polemik pengeboran sumur minyak, oleh Pertamina Aset 1 di kawasan Talang Belido Muaro Jambi terus berlanjut. Pertamina dan masyarakat setempat, Minggu (20/12/20) kembali menggelar pertemuan.

Sebelumnya di ketahui, aktivitas pengeboran sumur minyak di kawasan Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam Muaro Jambi ini, sempat di hentikan oleh masyarakat setempat. Hal ini lantaran, sosialisasi Pertamina dan masyarakat kurang efisien. Buntutnya menimbulkan gelojak dari tokoh masyarakat serta pemuda.

Baca juga : Tokoh Muda Muaro Jambi, Minta Pertamina Jangan Pancing Warga Berbuat Lebih Jauh

Melanjuti perkara tersebut, malam ini Minggu (20/12/2020) perwakilan Pertamina, masyarakat dan pihak terkait duduk bersama.

Sebagaimana yang terlihat, dalam pertemuan tersebut tampak Adi Rachmadia, Assiten Manager Legal and Realition, Tokoh Muda Muaro Jambi H Karyadi dan Polsubsektor Sungai Gelam. Puluhan warga lainnya turut hadir seperti dari Talang Belido, Talang Kerinci hingga Talang Bandung.

Usai pertemuan itu, Karyadi menyampaikan bahwa masyarakat memberikan kelonggaran untuk mengeluarkan alat pengeboran Pertamina dari lokasi.

“Masyarakat mengizinkan untuk mengeluarkan Rig Service, yang katanya mengganggu produksi di Sungai Gelam, jika ini tidak di keluarkan. Dan ini sebenarnya kami tidak peduli. Artinya mengganggu dan tidak menggangu, tak ada efeknya bagi kami,” tegasnya.

Namun, jika semuanya di lakukan secara musyawarah, dan pihak terkait yaitu Pertamina memanusiakan masyarakat, semua persoalan pasti ada titik terangnya.

“Artinya, ini lah yang selama ini yang tidak di lakukan oleh Pertamina. Di mana tidak memanusiakan manusia yang ada di sana,” terangnya.

Namun, kesepakatan tadi kalau alat tersebut di keluarkan, untuk masukkan alat baru di lokasi pengeboran sumur minyak selanjutnya, masyarakat minta untuk di hentikan terlebih dahulu. Hal ini, tentunya, sampai nanti di lakukan FGD dengan pihak terkait. Ini demi mendapatkan solusi tepat nantinya.

“Kesepakatan yang kedua, bahwa untuk masukkan alat kembali, masyarakat minta di hentikan dulu sebelum ada FGD dengan pihak terkait.” paparnya.

Rigit Beton Harga Mati

Pun demikian, bapak tiga anak ini juga masih bersikeras bahwa, permintaan masyarakat soal rigit beton jalan kawasan Talang Belido Muaro Jambi ini, harus di lakukan oleh pihak Pertamina.

“Kalau jalan rigit beton, dari pangkal Kebon IX sampai ke ujung, itu harga mati. Itu tugasnya Pertamina. Kalau Talang Belido melingkar ke sana, itu tugasnya pemerintah daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, saat di konfirmasi usai pertemuan, Humas Pertamina Ari Rachmadi juga bilang bahwa pihaknya harus mengeluarkan alat di lokasi pengeboran. Kemudian akan melanjutkan aktivitas pemenuhan minyak mereka.

“Untuk besok yang keluar itu Rig Service, yang akan di gunakan di tempat lain. Kalau pengeboran injeksi 03, kita pengeboran baru,” ujarnya.

Pertamina Belum Pastikan Kabulkan Permintaan Masyarakat

Akan tetapi, mengenai konsentrasi dan permintaan dari masyarakat, itu di anggap sah-sah saja oleh pihak Pertamina. Namun, dalam pemenuhannya, mereka tetap tidak boleh melewati jalur yang sudah menjadi regulasi dan kewenangan Pertamina.

“Terhadap hal-hal yang memang bukan kewenangan kita, akan tetap di tindak lanjuti dengan SKK Migas. Terlebih tadi, bakal di koordinasikan dengan pihak terkait. Seperti Pemda, SKK Migas, dan beberapa dinas terkait,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, sesuai dengan permintaan masyarakat untuk menghentikan aktivitas pengeboran, Pertamina tampak belum bisa mengabulkannya. Hal ini lantaran, target pemenuhan Migas nasional itu harus terpenuhi.

“Tadi kita sampaikan juga, bahwa kegiatan Pertamina bukan perusahaan saja, tetapi kegiatan negara. Tapi kalau di tanya kebutuhan kita, itu kebutuhan nasional. Dan itu harus,” ungkapnya.

Nah, selanjutnya mengenai jalan rigit beton yang menjadi permintaan setempat kepada Pertamina, tampaknya belum bisa di pastikan untuk di penuhi.

Lihat juga video : Kesal, Warga di Jambi Blokir Jalan Tapi Khusus Pertamina

Sebagai solusi dari Pertamina, bahwa pihaknya akan mencoba untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Pemda dan juga dinas terkait.

Di sayangkan, Pertamina dalam hal ini belum bisa memberikan penjelasan secara rinci, terkait dengan permintaan jalan rigit beton dari masyarakat tersebut. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033