Sempat Buat Keliru, Ternyata Ini Kisah Singkat HCE dan Neneknya Yang Juga Pemimpin

SAROLANGUN – Hampir tiga periode menjadi pejabat tinggi di Kabupaten Sarolangun, baru terungkap bahwa dalam tubuh H. Cek Endra (HCE) mengalir darah seorang pemimpin besar di Sarolangun. Perawakannya yang mirip orang mendari, sempat membuat keliru sepasangan mata yang memandang, sehingga timbul isu yang menyebut bahwa dirinya (HCE) bukan penduduk  pribumi melayu Jambi.

Hal ini juga terlihat dari perawakan HCE yang begitu mirip dengan orang mandarin, yang berpostur tubuh tinggi, kulit putih dan bermata sipit.

Seperti yang dikutip dari Penajambi.id, media patner Dinamikajambi.com mengungkapkan sejarah siapa sebenarnya sosok Bupati Sarolangun Drs H.Cek Endra cukup begitu menarik, pasalnya merbak isu yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang keturunan orang asing atau bukan asli keturunan Sarolangun melayu Jambi.

Namun jika dilihat sepintas orang nomor satu di Sarolangun tersebut, membuat orang keliru sebab perawakannya mirip keturunan mandarin yang berkulit putih tubuh gempal dengan mata sipit.

Padahal tidak. Ternyata, inilah faktanya bahwa, Drs H. Cek Endra lahir pada 17 Maret 1958 Kecamatan Mandiangin. Putra sulung dari H Cek Mak dan HJ Hafni Rosna, seorang anak yang sejak kecil sudah dekat dengan dengan dunia usaha.

Sebab sang ayah ketika itu adalah seorang saudagar karet yang cukup mapan dan terkenal pada zamannya. Kondisi itu membuat pria yang sejak kecilnya di panggil Cek Endra ini akrab dengan dunia perdagangan.

Dari sanalah jiwa wira usahanya tumbuh dari kecil, bahkan sampai kuliah Cek Endra sempat nyambi dagang pakaian dari Jakarta ke Sarolangun. Padahal secara ekononomi keluarganya cukup mapan, namun Cek Endra tidak ingin kekayaan orang tuanya membuat dia menjadi manja dan malas.

Tidak sampai disitu saja, dan rupanya dalam tubuh Cek Endra juga mengalir darah seorang pemimpin sebab buyutnya waktu itu merupakan abdi negara yang bernama Ramalip adalah Pasirah di Marga Batin IV Mandiangin.

Akhir dari pengabdian sang buyut , kemudian kepemimpinan Ramalip dilanjutkan oleh putranya sendiri Ahmad Basyariah yang juga menjadi Pasirah.

Ahmad Basyariah yang merupakan kakek kandung dari H Cek Endra tercatat sebagai camat pertama Sarolangun, pada tahun 1962 pernah menjadi camat Batang Asai.

Selain itu Ahmad Basyariah dikenal juga sebagai salah satu tokoh pendiri Provinsi jambi. Pada tahun 1955 Ahmad Basyariah tercatat sebagai salah satu Anggota Pleno Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) dan Anggota Kongres Pemuda Jambi, yang waktu itu berjuang untuk terbentuknya daerah otonom tingkat I Provinsi Jambi terpisah dari Provinsi Sumatera Tengah.

Ahmad Basyariah mewakili Lembaga Adat Sarko menandatanggani piagam untuk berdiri dan terbentuknya daerah otonom Provinsi Jambi. Atas perjuangan tersebutlah Basyariah kakek Cek Endra ini pada tahun 1999 mendapat piagam penghargaan dari Gubernur Jambi Abdurrahman Sayoety.

PIAGAM PENGHARGAAN ATAS JASA AHMAD BASYARIAH YANG IKUT MEMPRAKARSAI PENDIRIAN JAMBI

Dari kakeknyalah Cek Endra banyak belajar tentang petuah –petuah kepemimpinan tentang rasa kecintaan terhadap negerinya Sarolangun Jambi seakan menjadi bagian dari pelajaran yang didapatkan oleh dirinya.

Bahkan sejak kecil Cek Endra acapkali dibawa oleh kakeknya saat bertugas di beberapa tempat seperti di Batang Asai dan lainnya, karena begitu dekatnya hubungan kakek dengan Endra kecil.

Dalam perjalanan Karirnya Cek Endra memilih jalur swasta untuk menempa dirinya yakni Perusahaan Ansuransi terbesar di Asia Tenggara yakni PT Tugu Pratama menjadi awal cikal bakal gerakan usahawan Endra.

Berawal dari seorang “staff” alias kasir. Kinerja ulet, disiplin, Jujur dan penuh Dedikasi telah menghantarkan Endra pada usia 28 Tahun menjadi Kepala Bagian Keuangan.

Perjuangan itupun tak henti sampai disitu saja pada usia 30 tahun dia sudah meraih posisi puncak yakni sebagai Direktur di PT Tugu Pratama, selain itu juga berkali dipercaya untuk memegang perusahaan – perusahaan di luar negeri seperti di london, Jerman Hongkong, Singapura dan Thailand serta beberapa negera lainnya sehingga bahasa mandarin dan Ingris cukup Ngelotok.

DEBUT POLITIK CEK ENDRA

Awal debut politiknya, dimulai pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Sarolangun 2006. Cek Endra dipinang Hasan Basri Agus (HBA) untuk menjadi pendampingnya sebagai wakil bupati.

Dalam perjalanan empat tahun, HBA – Cek Endra telah menorehkan sejarah besar bagi perkembangan pembangunan Sarolangun. Duet antara HBA sebagai Birokrat dan Cek Endra sebagai swasta telah membawa Sarolangun EMAS dalam kerangka pembangunan yang sangat baik.

Pada tanggal 09 Agustus 2010 H Cek Endra resmi dilantik sebagai Bupati Sarolangun oleh Gubenur Jambi Hasan Basri Agus (HBA). Cek Endra menjadi bupati pertama yang dilantik oleh HBA. H Cek Endra masih punya satu tahun untuk menuntaskan program EMAS untuk periode 2006 – 2010.

Namun Cek Endra tentu punya mimpi besar untuk tanah tumpah darahnya. Sebab dia ingin melihat rakyat Sarolangun lebih Sejahtera, lebih Makmur bebas dari wilayah tertinggal dan negeri yang agamis.

Berbagai terobosan untuk membangun Sarolangun telah dilakukan selama kepemimpinannya,  salah satunya program Percepatan Pembangunan Deda Dan Keluraha atau (P2DK), yang mengelontorkan dana satu Desa dua Ratus Juta, Satu Desa Satu Da’i, memberi piagam dan beasiswa bagi anak khatam qur’an.

Serta mampunya Cek Endra menggaet investor besar unuk
berinvetsasi di Sarolangun salah satunya adalah PT Semen Batu Raja yang sudah mulai membangun perencanaan pabrik semen di Kecamatan Limun Sarolangun.

Bagi Cek Endra membangun masyarakat tidak cukup hanya dengan membangun fisik, sehingga program – program keagamaan begitu gencar dilaksankan bahkan Bupati yang di kenal mudah senyum ini dua hingga tiga kali seminggu berkiling melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama masyarakat di setiap desa.

Kecintaan rakyat semakin tinggi kepada Cek Endra, sehingga pada tahun 2017 Cek Endra kembali terpilih bersama H. Hilalatil Badri menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun periode 2017 – 2022.

Bahkan masyarakat kembali mendesak agar dirinya maju pada pilkada Jambi tahun 2020 mendatang untuk membantu membangun Jambi agar lebih baik lagi kedepanya.

Dengan nawaitu dan bismillah dia akhirnya terjun ke gelanggang keliling antar kabupaten meminta doa dan restu serta dukungan dari masyarakat Jambi untuk menyelamatkan Provinsi Jambi yang ia cintai. (*)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page