JAMBI – Dalam rangka mempersiapka pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi gelar apel gabungan di lapangan kantor Gubernur Jambi, Kamis (11/4/19).
Dalam kesempatan ini, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asmawi, menyebutkan bahwa di Provinsi Jambi termasuk wilayah yang dikategorikan berindeks rawan pemilu dibandingkan beberapa provinsi lainnya.
“Provinsi Jambi termasuk 15 besar kerawanan di tingkat nasional,” katanya.
Untuk itu, dalam mengatasi maraknya politik uang saat ini sudah membudidaya di Jambi, Bawaslu sangat perlu peran aktif masyarakat dalam mengawasi dan memantau sebelum dan sesudah pelaksanaan pemilu ini.
“Dan setidaknya juga ada niat dan semangat dari masyarakat menolak politik yang ini,” ungkapnya.
Lebih jauh, Asnawi juga mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jambi, agar ikut berpartisipasi secara aktif dalam mengawasi dilingkungannya masing-masing. Agar kedeapnnya, kebiasaan politik uang tersebut secara perlahan mampu dibrantas. Sebab budaya negatif ini, sueah merupakan persoalan yang sangat krusial dalam proses pelaksanaan pemilu.
“Dengan partisipasi masyarakat secara otomatis kita dapat memperkecil ruang atau kesempatan orang untuk melakukan politik uang. Nah terakhir kami yakin sekali dengan tahapan yang kita laksanakan pada saat ini sampai dengan selanjutnya dapat dilaksanakan dengan baik. Kami akan tindak setiap pelanggaran yang terjadi di saat sebelum maupun setelah pelaksanaan pemilu ini,” paparnya.
Dikatakannya, diluar bantuan masyarakat, Bawaslu juga akan terus melakukan antisipasi dalam rangka Pemilu tenang dan damai.
(Nrs)
