MERANGIN – Ganas. Begitulah gambaran aktivitas tambang ilegal di Margo Tabir. Rusak jalan sampai gasak kuburan, berikut dampak PETI di Merangin saat Bupati sidak.
Desa Lubuk Bumbun mendadak ramai kedatangan Plt Bupati Merangin, H Mashuri beserta rombongan, Selasa (24/08/2021) pagi. Ini setelah viralnya aktivitas PETI di desa ini.
Namun mirisnya, Inspeksi Mendadak (Sidak) orang nomor satu di Bumi Tali Undang Tambang Teliti itu seolah tak dipedulikan warga penambang emas.
Hampir setengah jam berada di lokasi, raungan mesin dompeng terus saja berbunyi. Padahal ada Kepala Desa Lubuk Bumbun dan Camat Marga Tabir.
Bupati tampak kecewa dengan aktivitas dompeng tersebut. Selain merusak ekosistem, aktivitas itu telah merubah aliran sungai.
“Bisa kita lihat, bukan main banyaknya ini. Kita tidak sempat menghitung, tapi laporan pak camat, ada sekitar 20 unit,” kata bupati pada wartawan.
“Merusak aliran sungai. Terjadinya pendangkalan. Menurut pak kades, para penambang ini berasal dari Desa Tanjung Ilir,” tambahnya.
Mashuri sebelumnya mempertanyakan kegiatan tersebut. Kades menyebutkan, telah melaporkan ke aparat kepolisian. Kades pun memperlihatkan laporan tersebut bersama camat.
“Dengan turunnya saya ke lapangan ini, saya akan berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim. Nanti, ikut menertibkan,” tegas bupati.
Baca Juga : Soal PETI di Jambi, DPP GMNI Minta Polda Telusuri Muara Hasil Tambang
Mashuri mengkhawatirkan aktivitas itu berdampak pada Desa Lubuk Bumbun. Desa ini berpotensi kebanjiran yang bahkan lebih parah dari sebelumnya.
“Bahkan bisa tenggelam, dusun ini. Saya khawatirkan itu kalau dibiarkan,” katanya.
Bukan berlebihan memang, penelusuran awak media mendapati buruknya dampak aktivitas penambangan tersebut.
Menurut warga, akses jalan terputus hingga 5 meter. Bukri, tokoh masyarakat sekaligus perangkat desa meminta pemerintah untuk menormalisasi.
PETI di Merangin Rusak Kuburan
Tak hanya akses jalan, bronjong sungai yang telah dibangun pun terancam terbawa arus. Sekitar 20 meter tebing sungai sudah tergerus air.
Selain fasilitas publik itu, ganasnya aktivitas PETI di Merangin ini juga mengancam pemukiman warga. Masuknya dompeng ke tengah sungai dan berubahnya aliran sungai, mengarah pada pemukiman.
Bahkan menurut penuturan warga, 1 makam dari lokasi telah amblas dan terbawa arus sungai. Bupati Merangin, turun langsung ke lokasi tersebut.
“Dampaknya itu ke Pemakaman umum Desa Lubuk Bumbun. Dampaknya bisa kita lihat, ini pemakaman tinggal 1 meter lagi kecebur ke sungai,” kata Bukri
Ia mengaku, desa telah berupaya terkait persoalan ini. Namun Bukri bilang, mereka tak dapat bertindak lantaran pendompeng lebih banyak dari pada warga desa.
