Reses di Lubuk Larangan, Izhar Majid Serap Aspirasi Hingga Soal PETI

MERANGIN – Lubuk larangan di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang menjadi tempat reses anggota DPRD Provinsi Jambi, Izhar Majid Sabtu (24/7/2021). Serap aspirasi, hingga permasalahan PETI jadi bahasan.

Sejumlah kegiatan terangkai dalam reses tersebut, mulai dari pembukaan tirai larangan memancing dan sebagainya. Kemudian menabur pakan dan menebar benih ikan.

Baca juga : PTPN VI Berikan Bantuan 18,5 Ton Beras Pada Masyarakat Jambi-Sumbar

Ada 5000 bibit ikan selemak dilepas di Lubuk atau Danau tersebut. Bersama Kadis Perikanan Merangin, Damai beserta Camat Pamenang, Kades Karang Berahi, Izhar Majid melepas ikan.

Turut hadir, Kepala Desa Tanjung Lamin serta perwakilan perusahaan sekitar, yakni PT Sogun dan tokoh masyarakat serta pemuda

Dengan menjalankan protokol kesehatan, reses berlangsung dengan lesehan di salah satu sisi lubuk larangan.

Berbagai aspirasi mengalir dari pertemuan tersebut. Mulai dari kebutuhan benih ikan, serta kebutuhan terkait. Ada pula usulan untuk pengembangan wisata pada tempat tersebut.

“Kami sudah meminta ke balai. Tapi belum juga. Makanya kami minta ke pak dewan, Ketua Komisi II,” ungkap Aji As’ad dari Pokwasmas (Kelompok Pengawas Masyarakat)

Kades Karang Berahi, Fuad mengatakan, Lubuk larangan ini telah masuk dalam aturan desa. Fuad bilang, ada Peraturan Desa (Perdes).

Sementara dalam sambutannya, Izhar Majid sangat berharap adanya pembenahan di lubuk larangan. Misalkan seperti bibit ikan, pengairan dan pengelolaan.

Lubuk Larangan Potensi Besar Air Bersih Untuk Pertanian

Ia mengatakan akan berupaya, mendorong untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Hal ini lantaran lubuk larangan ini memiliki potensi besar dengan air yang bersih dan bermanfaat untuk pertanian.

“Sangat harap sekali tokoh-tokoh masyarakat datang ke rumah. Diskusi, bagaimana pembangunan dan sebagainya untuk membangun masyarakat,” katanya.

Terlebih lagi, pandemi Covid-19 saat ini telah berdampak pada anggaran pemerintah dan melemahkan ekonomi masyarakat. Butuh koordinasi kuat dan membangun sentra ekonomi

Seperti pada lubuk larangan ini, selain dapat menjadi sumber ketahanan pangan, juga dapat membantu ekonomi masyarakat serta pasokan ikan di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

“Budaya-budaya seperti lubuk larangan ini, harus dilestarikan. Sebenarnya kita kekurangan pasokan ikan. Ikan kita datang dari Padang, Pekanbaru, Bengkulu hingga Lampung,” katanya.

Permasalahan lainnya, yakni soal penambangan liar atau PETI yang masih terjadi di Merangin. Hal ini berdampak pada lingkungan dan ekosistem yang rusak. Hal ini diharapkan, dapat segera tuntas demi keberlangsungan kehidupan, ekonomi dan sosial. (Red)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033