BERITA JAMBI – Terkait Refocusing APBD Provinsi Jambi untuk program PEN Rp 398 Milliar, ternyata dapat tanggapan manis dari Sekretaris HIPMI. Namun, di himbau agar libatkan beberapa pihak lainnya. Terutama pemuda.
Diketahui, dampak dari Pendemi Covid-19 sejak setahun silam, mengharuskan kembali adanya Refocusing Anggaran APBD Provinsi Jambi di tahun 2021.
Baca juga : Tahun Lalu 211 M, Refocusing APBD Provinsi Jambi 2021 Bakal Tersedot Hampir 3 Kali Lipat
Baru-baru ini di ketahui, Kemenkeu juga mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor II/PK-2021, berisi tentang penyesuaian anggaran Dana Alokasi Umum (DAU).
Tak terkecuali pada Provinsi Jambi, kabarnya akan merefocusing anggaran APBD 2021, sebesar Rp 542 Miliar.
Dari Rp 542 Miliar Refocusing APBD Provinsi Jambi ini, sebesar Rp 398 M akan di alihkan untuk program PEN.
Sata di konfirmasi, Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, bahwa sementara ini Pemprov sedang lakukan inventarisir anggaran, usai lakukan Rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi, Jumat (12/03/2021) lalu.
Bilangnya, selain untuk penanganan Covid-19, dana Refocusing ini, nantinya juga di pergunakan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kabarnya sebesar Rp 398 Miliar.
Tentu hal ini mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya Kemas Alfansuri, Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi saat di konfirmasi pada Minggu (14/03/2021).
Kemas beranggapan baik, atas upaya pemerintah dalam memulihkan kembali perekonomian ini. Namun Ia menegaskan, dinas terkait nantinya dapat mengeluarkan data calon penerima secara valid dan tepat sasaran.
“Tentu program ini di harapkan bisa tepat sasaran. Khususnya kepada usaha-usaha berbasis kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
UMKM Penopang Perekonomian
Selanjutnya, pengusaha muda ini juga beranggapan bahwa UMKM hari ini, adalah penopang roda perekonomian nasional. Maka dari itu, refocusing anggaran yang di alihkan pada program PEN ini, kedepan dapat menjadi solusi bagi usaha kecil menengah di Provinsi Jambi.
“UMKM saat ini, mengalami masa-masa sulit dampak dari pendemi. Maka dari itu, Program PEN bisa menjadi salah satu solusi agar UMKM tetap bertahan,” tambah Kemas.
Di samping itu, salah satu upaya program PEN di nilai dapat menjadi sebuah solusi. Menurut hematnya, program ini ke depan di harapkan dapat melibatkan berbagai pihak.
“Bisa di libatkan berbagai pihak. Misalnya komunitas, organisasi-organisasi masyarakat. Selain itu, tidak lupa juga anak muda,” lugasnya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Menurut Pria tengah menjalani S2 Manajemen di Universitas Jambi ini, pemuda memiliki kompetensi dan mampu bersinergi bersama pemerintah. Apalagi, dalam mensukseskan Program PEN.
Di tambah lagi, baginya pemuda juga merupakan tonggak perubahan di masa depan. (Tr01)
