PONTIANAK – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengharapkan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal berlangsung 2018 mendatang, dapat berjalan kondusif. Pilkada serentak Jilid III di banyak provinsi di Indonesia itu, dimanfaatkan masyarakat dengan pilihan terbaik.
Hal ini disampaikan Presiden, saat memberikan sambutan pemberian sertifikat secara serentak di 7 provinsi termasuk Provinsi Jambi dengan Kabupaten Muaro Jambi sebagai tuan rumah. Jokowi yang didampingi sejumlah Menteri saat memberikan sertifikat di Pontianak, menitipkan pesan bagi rakyat yang mengikuti Pilkada.
“Saya menitip pesan kepada semua seluruh masyarakat kabupaten, kota, provinsi yang ada di Indonesia bahwa tahun yang akan datang tahun 2018 akan adanya pesta demokrasi yakni pilkada pemilihan gubernur, walikota, dan bupati. Ada 171 daerah kabupaten, kota, dan provinsi,” ujar Jokowi pada Kamis (28/12) siang dalam sambungan video atau video conference
Orang nomor satu di Negara Indonesia ini mengingatkan kepada seluruh rakyat, untuk menggunakan hak suarannya dengan baik, dikarenakan Pilkada serentak hanya dilakukan 1 kali dalam kurun waktu 5 tahun.
“Pilih pemimpin yang paling baik, jangan sampai rakyat itu di adu-adu, di panas-panasi, dikompor-kompori. Jangan sampai pemilihan gubernur, walikota, dan bupati, kita menjadi tidak rukun dengan tetangga, antar kampung, antar agama, antar suku, jangan,” tegas Jokowi
Dirinya menjelaskan, Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki ratusan Suku Bangsa dan Budaya.
“Kita ini negara besar ada 741 suku yang kita miliki, dibandingkan negara-negara lainnya, untuk itu jangan sampai ada sengketa, pertikaian yang namanya antar agama, atau antar suku di Indonesia,” tambahnya.
Mantan Walikota Solo ini menggambarkan perang berkepanjangan di Afghanistan, yang berlangsung sekitar 4 tahun. Padahal, sambungnya, di Afganistan itu hanya ada 7 suku. 2 suku besar, terus bertikai dengan perpecahan.
“Untuk itu kepada seluruh rakyat Indonesia jangan sampai persatuan, persaudaraan diantara sesama sebagai saudara sebangsa dan setanah air menjadi terpecah belah hanya karena pilkada,” pungkasnya. (Win)
