Puluhan Desa Di Tanjabbar Belum Teraliri Listrik

TANJABBAR – Kecamatan Seberang Kota di Kabupaten Tanjung Jabung Barat selama ini sangat mendambakan penerangan listrik. Sudah bertahun-tahun masyarakat di daerah  ini belum tersentuh akan penerangan.

Bupati Tanjung Jabung Barat H. Safrial, MS dengan tegas meminta kepada PT PLN agar Kecamatan Seberang Kota di Aliri Listrik.

“Yang betul-betul belum teraliri listrik saat ini ada di Kecamatan Seberang Kota,” kata bupati ketika menghadiri acara peresmian Listrik Desa di Tanjung Pasir dan Desa Parit Deli Kecamatan Kuala Betara.

Bupati menyebut, sebenarnya permasalahan listrik Ini yang idam-idamkan dari dulu. “Karena sesuai dengan visi-misinya dalam membangun infrastruktur termasuk jalan, jembatan dan listrik,” ucapnya.

Kata Safrial, ketika dirinya masuk dan pertama dilantik sebagai bupati, rasio kelistrikan di Tanjabbar sudah 52 persen dan saat ini sudah hampir 90 persen.

“Harapan saya nantinya di akhir jabatan saya sebagai kepala daerah, mudah mudahan rasionya bisa mencapai 95 persen,” terangnya.

Bupati juga minta supaya dimasukkan dalam RUPTL PLN agar bisa di aliri listrik, selain itu ia juga meminta mulai dari jalan 520 Batang Asam, jalan 530 WKS terus, Margorukun sampai ke Roro, karena saat pemkab sudah membangun jalan dan tinggal dimasukan penerangan untuk dialiri listrik.

“Tinggal lagi kami menjembatani dengan Desa – desa untuk membangun tower penyeberangan kabel, kemudian izin dengan Syahbandar, kami akan membantu,” kata safrial.

Bupati juga berterima kasih kepada PT PLN atas program Listrik Desa, karena inilah harapan paling dinanti oleh masyarakat. Serta dapat meningkatkan taraf hidup dan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, General Manager PLN S2JB Daryono mengatakan, meresmikan Jaringan listrik untuk Desa Tanjung Pasir dan Kelurahan Betara kiri ini panjang jaringan melistriki 10,55 KM Sirkuit, kemudian tegangan rendah 14, 3 KM.

“Selanjutnya kita ada bangun 8 Gardu Travo/Gardu Distribusi. Kapasitas 7 Gardu kapasitas 50 Kilo Volt dan 1 kapasitas 100 KV, nilai investasi yang kami tanamkan untuk Desa Tanjung Pasir membangun ini 28 Milyar,” ungkapnya.

Berita Terkait : Ribuan Warga di 4 Desa Tanjabbar, Dambakan Listrik

Daryono menambahkan, ini sudah menjadi tugas PLN dan PLN sudah diberikan tugas dari Pemerintah untuk melistriki negeri. Karena selama bisa masuk, akan tetap ditempuh pihaknya untuk melistriki negeri ini.

“Desember ini kami sudah mulai mobilisasi peralatan terutama tiang mudah- mudahan bisa kita kirim kesana,” bebernya.

Dia mengakui butuh support dari bupati, yakni tapak tower. Karena jika melewati kawasan perkebunan cukup jauh sehingga tegangan yang diterima di Seberang Kota sangat rendah nantinya.

“Kami memutuskan memakai tower menyeberang di Desa Lumahan untuk 1 tower. Kemudian 1 tower lagi di Parit Pudin nyeberang ke Desa Harapan Jaya, Alhamdulillah saya sudah survey menyeberang kesana, mudahan mudahan target kita bisa terealisasi,” Imbuhnya.

Target Rasio Kelistrikan

Terpisah, Kadis ESDM Provinsi Jambi, Harry Andria mengatakan sinergi dengan PLN, agar Kabupaten Tanjabbar ini jangan tertinggal dari kabupaten lain.

“Dari 65 Desa di Provinsi Jambi yang belum dialiri listrik di Provinsi Jambi, 25 desa ada di Tanjung Jabung Barat. Dengan dialirinya listrik sekarang ada 4 desa, jadi tinggal 21 desa. Kemudian seperti yang disampaikan GM PLN S2JB di semester I di Tahun 2020 nanti, 19 Desa yang belum listrik akan dimulai kelistrikannya,” Jelasnya.

Maka dari itu, kata Harry jangan lagi berpikir Provinsi tidak perduli, Karena dari Provinsi Peduli dengan Kabupaten namun dengan cara dan aturan yang berlaku.

” Kami bergerak terus, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kekurangan listrik itu yang kami utamakan. Mudah mudahan ditahun 2020 rasio Kelistrikan di Tanjung Jabung Barat sudah mencapai 95 %,” Ujar Harry.

(hry)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page