Protes Kerusakan Lingkungan dan Illegal Driling, LMPI Ancam Demo

BATANGHARI – Hutan merupakan sebuah kawasan yang banyak ditumbuhi oleh tanaman dan pepohonan lebat. Hutan biasanya terdapat pada wilayah luas di berbagai belahan dunia dan fungsi utamanya adalah sebagai menyerap karbon dioksida, penghasil oksigen, juga sebagai habitat flora dan fauna. Ekosistem Hutan yang begitu luas selain bermanfaat sebagai salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting, juga mempunyai manfaat-manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.

Namun jika hutan sudah mulai rusak, maka suhu udara mulai meningkat, terjadi perubahan iklim dan mempercapat terjadinya global warning.

Begitulah yang saat ini terjadi di Kabupaten Batanghari, melihat maraknya perusakan hutan ditambah lagi Ilegal drilling yang sudah berkali-kali ditutup namun masih saja beroperasi, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) berencana akan mengelar aksi demonstrasi.


“Tentunya dengan lengahnya pemerintah kabupaten batanghari sehingga hutan-hutan Sulthan Thaha mulai gundul dan illegal drilling di kabupaten Batangharipun semakin semarak, dengan itu kami dari Laskar Merah Putih Indonesia secepatnya akan menggelar aksi demo dengan massa kurang lebih 100 orang,” bilang Bakir, Ketua LMPI.

Selanjutnya, Bakir juga menambahkan ilegal drilling dilakukan kebanyakan orang orang dari luar Batanghari. LMPI juga menuding, oknum aparat turut dalam operasi tersebut.

“Maraknya illegal drilling ini kebanyakan dilakukan oleh orang dari luar Batanghari untuk mencari kekayaan pribadi, dan juga seperti diketahui illegal drilling ini juga dibekingi oleh oknum aparat hukum yang mengkondisikan wilayah tersebut, maka kami akan melaksanakan demo di kantor Satpol PP dan juga dikantor Lingkungan Hidup,” tambahnya lagi.

Rencananya aksi ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 april mendatang dan akan memasukkan surat ke Polres Batanghari pada tanggal 16 april mendatang dengan No surat LMPI 25/IV/2018 Tentang permintaan untuk menangkap pelaku illegal drilling yg ada di desa pompa air dan bungku. (Ali Kucir)

You cannot copy content of this page