Pro Kontra Kepemimpinan Al Haris, Masyarakat Keluhkan Jalan di Desanya

MERANGIN – Dalam postingan akun Facebook (FB) yang bernama Fathan di group Suara Rakyat Merangin, memicu pro dan kontra para anggota dalam grup tersebut.

Betapa tidak, dalam postingan akun FB Fathan tersebut tampak mengkritik janji pemerintah Kabupaten Merangin yakni Al Haris dari sisi pembangunan.

Seperti yang ditulis dalam postingannya, Selasa (19/3) sekitar 7 jam yang lalu. Fathan menyebut bahwa Desa Pematang Pauh merupakan wilayah paling tertinggal di Indonesia. Sebagaimana disampaikannya tidak ada listrik, komunikasi, semuanya. Bahkan setiap musim hujan, jalan dikawasan tersebut lumpuh. Sehingga membuat masyarakat setempat berteriak mengeluh, mereka menagih janji Al Haris selaku Bupati Merangin terpilih.

“Pematang Pauh… Saya rasa desa ini adalah desa terbengkalai di Indonesia.. jalan.listrik dan komunikasi semua nggak ada.. Setiap musim hujan penghuni desa ini terus berteriak. Taun layout adalah kalimat yang tak seharusnya di bicarakan. Bupati oh Bupati.. kami datang menagih janjimu,” sebut akun FB Fathan dalam postinganya.

Melihat postingan tersebut, sontak membuat beberapa anggota grup memberikan berbagai komentar, ada yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra.

Seperti yang disampaikan oleh akun FB yang bernama Andi Pratama, dalam komentarnya. Dirinya mengatakan makanya pilihlah yang mengerti dengan rakyat, sudah terlihat tidak ada perubahan, masih juga dipilih.

“Makanya pilihlah yang mengerti dengan rakyat..dia udah menjabat satu periode tempat ku gak ada perubahan kenapa kamu pilih lagi,” tulisnya di kolom komentar.

Selanjutnya, disampaikan juga oleh akun FB Richo Wek Wek yang kontra terhadap postingan Fathan. Dirinya menyampaikan bahwa jalan di daerahnya juga dalam keadaan rusak, namun warga setempat memilih diam, karena mereka percaya dengan pemerintah bahwa membangun Merangin itu bukan saja disektor jalan.

“Jalan disini jugo gitu, tapi kami diam dan pecayo bar, karena Merangin ini luas dan bukan hanya sebatas jalan,” ujarnya di kolom komentar.

Selain itu, ada pula yang berkomentar bahwa membangun itu tidaklah sembarangan, semua ada aturannya. Karena, salah-salah bangun bisa di penjara.

“Hey.. membangun ada aturannya. Kades aja gak berani asal2 bangun. Salah2 bisa penjara.. survei dulu. Jalan itu jalan provinsi kabupaten atau jalan desa. Bukannya kayak beli gorengan. Ada duit berangkat beli. Gak bisa gitu,” terang akun FB bernama Anggara di komentarnya.

Tidak hanya itu saja, bahkan ada yang terang-terangan mengklaim bahwa itu adalah perbuatan orang yang masih dendam, akibat yang dipilihnya dulu kalah.

Seperti yang disampaikan akun FB yang bernama Wilda Yanti, “Ni nampaknyo Ado yang dendam belum terbalas, akibat yang pilih dulu kalah😅😅😅,” tandas Wilda di kolom komentarnya.

Komentar anggota grup masih terus masuk, mulai dari yang kontra, pro, becanda, bahkan ada yang berkomentar tidak tahu Pematang Pauh itu daerah mana. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033