Menilik Keasrian Pohon ‘Berbanir’ di Komplek Candi Muaro Jambi

BERITA JAMBI – Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya Kecamatan Maro Sebo di kenal sebagai Pusat Percandian. Tak terkecuali, komplek Candi Koto Mahligai Muaro Jambi tempat keasrian pohon ‘Berbanir’ yang memiliki nilai sejarah.

Setelah di dapuk 100 besar nominasi Anugerah Desa Wisata 2021, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Komplek Candi Muaro Jambi, semakin menarik untuk di telusuri.

Baca juga : Sukses Bertugas, Gubernur Jambi Beri Cendera Mata 2 Paskibraka

Betapa tidak, selain memiliki potensi wisata nan indah menawan. Tatkala, komplek percandian Muaro Jambi memiliki nilai sejarah yang menarik.

Seperti penuturan Agus Widiatmoko, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi mengatakan, dengan di temukannya berbagai peninggalan di kawasan Candi Muaro Jambi. Hal itu, memiliki nilai historis yang berbeda, dari Candi yang ada di Pulau Jawa.

Apalagi, komplek percandian tersebut di kelilingi oleh Sungai terpanjang di Sumatera, Sungai Batanghari.

“Nilai historisnya, berbeda dengan candi-candi yang di Jawa. Kalau candi di Jawa, dominan sebagai pusat peribadatan. Sementara, di sini dahulunya sebagai pusat pendidikan dan peradaban Buddhis,” ujarnya.

Keasrian Pohon Berbanir

Tak jauh dari komplek percandian, jejak wisata itu muncul dari sebuah candi, yang menarik perhatian mata.

Sebagaimana penelurusan Dinamikajambi.com, Sabtu (21/08/2021) bersama Bupati Muaro Jambi beserta rombongan, tibalah pada suatu tempat bak ‘surga’ tersembunyi.

Meski memang, memakan waktu tempuh kurang lebih 20 menit dari komplek percandian Muaro Jambi. Lalu, melewati sebuah jembatan kurang lebih sepanjang 20 meter, yang membelah sebuah aliran sungai kecil.

Ya, Candi itu adalah Koto Mahligai, konon sejarahnya tempat itu di kenal masyarakat sekitar sebagai ‘Kota Tersembunyi’. Berbeda dengan Komplek Percandian Muaro Jambi, sebagaimana penuturan Masnah Busro. Candi Koto Mahligai ini, masih alami yang belum mengalami pemugaran.

Ya, kealamian itu tampak dari hamparan pepohonan ‘Berbanir’, yang mengandung nilai sejarah dan filosofis. Sebagaimana di kutip dari Wikipedia, Pohon Berbanir memiliki nama latin Kompassia Excelsa. Atau di kenal juga dengan pohon Menggeris.

Berbeda dari pohon rindang pada umumnya, Menggeris ini memiliki akar yang menjulang keatas. Bak sebuah dinding tipis tempat bersandar.

“Nah, ini pohon berbanir, kalau bahasa Jambinya pohon bebaner. Menurut cerita orang-orang tua terdahulu, pohon bebaner ini sebagai tempat perlindungan. Misal, orang-orang tua kita mencari kayu bakar kehujanan, berteduh disela-sela pohon ini,” ungkap Masnah.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Selain itu, di tengah postur tanah seperti bukit-bukit kecil itu, tampak beberapa gundukan candi. Yang mana, Candi Koto Mahligai ini, konon merupakan candi tertinggi di Muaro Jambi.

“Nah, informasinya Candi Koto Mahligai ini, candi yang tertinggi di Muaro Jambi. Kita lihat, ini seperti bebukitan. Apalagi, kalau di pagi hari udara di sini sangat segar. Inilah kekayaan alam dan budaya di Muaro Jambi.” tutupnya. (Tr01)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page