Polisi Akan Kawal Buruh Luar Jakarta yang Peringati May Day di GBK

Jakarta – Aparat kepolisian siap mengamankan massa buruh yang akan memperingati May Day di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakpus, 1 Mei mendatang. Massa buruh yang datang dari luar Jakarta akan dikawal secara estafet hingga ke titik kumpul massa.

“Makanya kita undang Polda Jabar dan Banten itu maksudnya itu, supaya dikawal. Ya biasalah cara bertindak ini kita lakukan supaya tertib,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Kapolda mengatakan, pengawalan dilakukan untuk mengantisipasi aksi anarkis salah satunya pemblokiran jalan tol. Massa akan dikawal dari titik pemberangkatan hingga ke GBK.

“Ya makanya dikawal, itu kan ada polisinya, dikawal sampai lokasi, nanti mobilnya diparkirkan di tempat khusus,” imbuhnya.

Kapolda menegaskan, pihaknya akan menindak tegas massa yang melakukan aksi sweeping dan tindakan anarkis. “Iya dong pasti, kalau sweeping pasti akan kita tindak,” cetusnya.

Sementara terkait kekuatan yang akan dikerahkan untuk pengamanan, hal itu akan dibahas dalam rapat dengan mengundang jajaran Polda Jawa Barat, Polda Banten dan koordinator serikat pekerja buruh pada Rabu (27/4) nanti.

“Ya nanti hari Rabu itu kita pastikan berapa kekuatannya, berapa kamu (serikat pekerja buruh) yang mau dikerahkan jumlah pesertanya. Ya kita sesuaikan (pengamanan) dengan mereka,” katanya.

Peringatan May Day tersebut bertepatan dengan hari Minggu, yang menurut ketentuan UU No 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum, Sabtu dan Minggu tidak boleh melakukan aksi unjuk rasa. Tapi, polisi sendiri belum mengetahui kegiatan apa yang akan dilakukan oleh massa buruh dalam memperingati Hari Buruh tersebut.

“Itulah makanya kita menyamakan persepsi itu kita pertimbangan. Bahkan mereka (serikat pekerja buruh) menyarankan car free day ini ditiadakan, kok enak sekali. Ini belum ke saya, baru ke Dirintel, ya kalau begitu namanya ini gak bener wong jelas aturannya sudah ada kok malah nyalahkan aturan yang lain,” terang Kapolda.

Meski buruh tetap berkeinginan untuk memperingati May Day pada Minggu, 1 Mei nanti, polisi pun menyiapkan perencanaan pengamanannya.

“Oh iya pasti, kita apapun enggak boleh under estimate, jadi apapun, kita persiapkan dengan benar pengaman itu. Tapi kita jelaskan bahwa hari Rabu itu, rambu-rambu supaya ditaati oleh mereka, saya ingatkan nanti, harus begini begini. Jadi kalau anda melanggar, berarti anda tidak melaksanakan perintah aparat, risikonya adalah pelanggaran hukum,” tegasnya.

Soal kegiatan yang akan dilakukan buruh, lanjut Kapolda, pihak serikat buruh telah menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan hiburan di Stadion GBK, Jakpus.

“Nah itulah yang kita kemarin kan katakan akan bentuk seperti tahun lalu. Yya kalau mau seperti itu ya silakan, tapi dia kemarin per buruh ditarik (iuran) Rp 15 ribu per buruh, itu saya dengar. Ya berarti untuk hiburan-hiburan di sana ya syukur Alhamdulilah. Tapi jangan hiburan terus jalan kaki bikin macet jalan kan ada pengguna jalan yang lain, nah itu yang kita imbau,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page