PETI di Merangin Sampai Sasar Musholla, Begini Kata Dewan

BERITA JAMBI – Aktivitas PETI di Merangin makin merajalela, bahkan sampai sasar sebuah Musholla. Hal ini pun menjadi sorotan DPRD Provinsi Jambi.

Sebelumnya di ketahui, aktivitas PETI di Kabupaten Merangin ini sudah tak di bendung lagi. Mirisnya, kegiatan tambang mas Ilegal tersebut, bukan hanya sasar kawasan sungai saja. Akan tetapi sudah merambah ke dataran, hingga lingkungan tempat warga tinggal.

Seperti yang terjadi di kawasan perentak dan kecamatan lain di Kabupaten Merangin.

Baca juga : PETI di Merangin Jadi Ancaman, Pemerintah Diminta Untuk Tegas

Parahnya lagi, baru-baru ini aktifitas PETI di Merangin tersebut, mulai sasar musholla. Tak ayal, hal itu menjadi sorotan publik. Di mana peran pemerintah?

Terkait hal itu, saat di temui di gedung DPRD Provinsi Jambi baru-baru ini, anggota dewan asal Kabupaten Merangin Ahmad Fauzi Ansori, pun angkat bicara.

Ia sangat menyayangkan, aktivitas PETI yang mulai merusak lingkungan, hingga mau merobohkan tempat ibadah.

Selain itu, politisi Partai Demokrat itu mengakui, bahwa aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) saat ini, memang sudah menjadi permasalahan umum di Provinsi Jambi.

Akibatnya, jika tidak di tangani secara serius oleh pemerintah, maka para penggiat PETI tersebut akan terus merajalela dan kucing-kucingan.

Perlu Solusi Kongkrit Dari Pemerintah

Oleh karena itu, di perlukan solusi yang kongkrit yang di lakukan pemerintah, sehingga nanti tidak membuat kerusakan lingkungan lebih luas lagi.

“Ini memang harus di carikan jalan keluarnya oleh pemerintah. Salah satunya, adalah melakukan revisi RT RW dengan mengalokasikan zonasi wilayah pertambangan rakyat,” jelasnya pada Dinamikajambi.com belum lama ini.

Kalau tidak di carikan solusi yang kongkrit oleh pemerintah, maka kegiatan tambang Ilegal tersebut akan terus merajalela. Sehingga, pencemaran lingkungan ini semakin menjadi-jadi.

“Sekarang beri legalitas kepada mereka, secara perizinan. Tetapi di awasi. Jadi di satu sisi pemerintah memperoleh pendapatan, masyarakat juga menghasilkan pendapatan. Dan lingkungan bisa terkendali secara baik,” tegasnya.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Maka dari itu, mantan kepala Bappeda Provinsi Jambi ini menyebutkan, bahwa peran pemerintah dalam menanggulangi PETI ini sangat besar. Karena, selain menambah pendapatan daerah, juga dapat menimalisir pencemaran lingkungan.

“Jadi bukan cuma razia tangkap, razia tangkap Saja. Karena hal itu tidak efektif. Apalagi, sudah menyangkut urusan perut dari masyarakat itu sendiri,” tandasnya. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033