BERITA NASIONAL – Masa pandemi Covid-19, hingga saat ini masih di rasakan oleh semua orang. Banyak sekali yang rentan terserang virus Corona ini, namun ternyata untuk perokok dan vegetarian berisiko terinfeksi sangat kecil, kenapa?
Hal ini di ungkapkan oleh para peneliti, bahwa kemungkinan untuk perokok dan vegetarian lebih kecil risiko terkena virus corona.
Di ketahui awalnya, perokok aktif memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi virus corona Covid-19 di bandingkan lainnya. Karena, rokok bisa menurunkan imunitas seseorang dan merusak paru-parunya.
Baca Juga : Hati-Hati Konsumsi Kopi Secara Berlebihan, Ini Dia 4 Efek Buruk Jika Melebihi Dosis
Kemudian setelah, survei yang di lakukan oleh Council of Scientific and Industrial Research (CSIR) menemukan perokok dan vegetarian justru memiliki seropositif yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa, mereka mungkin berisiko lebih rendah terkena virus corona.
Dari hasil survei tersebut juga menemukan bahwa, mereka yang bergolongan darah O mungkin tidak rentan terhadap infeksi virus. Sedangkan, untuk orang yang bergolongan darah B dan AB berisiko lebih tinggi.
Dalam studinya, CSIR mengambil sampel 10.427 orang dewasa yang bekerja di laboratorium atau institusi dan anggota keluarganya. Hal ini untuk menilai, keberadaan antibodi terhadap SARS-CoV-2 yang menyebabkan virus corona Covid-19.
Penelitian Dipimpin CSIR
Dengan di pimpin oleh, CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology (IGIB), Delhi menyebutkan sebanyak 10.14 persen dari 10.427 orang memiliki antibodi SARS-CoV-2.
Untuk tindak lanjut pada 346 orang seropositif, setelah 3 bulan mengungkapkan tingkat antibodi yang masih stabil dan tinggi terhadap virus corona. Tapi, Shantanu Sengupta, ilmuwan senior di IGIB mengatakan aktivitas plasma untuk menetralkan virus corona menurun.
Selama 6 bulan, pengambilan sampel berulang dari 35 orang menunjukkan penurunan kadar antibodi penetral yang tetap stabil di bandingkan 3 bulan sebelumnya. Tapi, antibodi normal maupun antibodi penetral masih jauh di atas ambang batas yang sesuai syarat.
“Kami menemukan perokok cenderung tidak seropositif adalah laporan pertama. Meskipun Covid-19 adalah penyakit pernapasan, tapi temuan ini menunjukkan bahwa merokok justru melindungi seseorang,” kata peneliti.
Sementara itu, mereka juga mengevaluasi faktor risiko yang di isi oleh para peserta melalui online. Dengan mendapatkan informasi geografis, golongan darah, jenis pekerjaan dan kebiasaan seperti merokok dan alkohol, diet, riwayat kesehatan dan jenis transportasi yang di gunakan.
Studi ini menemukan bahwa, seropositif lebih tinggi di temukan pada mereka yang menggunakan transportasi umum dan pekerjaan seperti keamanan, petugas rumah tangga, non perokok dan non vegetarian.
Pada Juli 2020, Kementerian Kesehatan Serikat mengatakan perokok cenderung lebih rentan terhadap virus corona, karena meningkatkan kemungkinan penularan virus dari tangan ke mulut.
Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi
Pihaknya juga memeringatkan bahwa penggunaan produk tembakau dapat meningkatkan keparahan infeksi saluran pernapasan dan membuat orang rentan terhadap virus corona.
Dari dokumennya, ‘Pandemi COVID-19 dan Penggunaan Tembakau di India’. Kementerian mengatakan, para ahli telah mengonfirmasi bahwa perokok lebih mungkin mengembangkan gejala parah.
Bahkan mereka juga berisiko meninggal karena virus corona. Sebab, penyakit itu menyerang paru-paru sehingga mereka memeringatkan agar tidak menggunakan apapun dari produk semacam itu.
Sumber : Suara.com
