JAMBI – Proses penjualan lamban, dikarenakan perekonomian masyarakat yang menurun drastis, Pemilik Toko Pusat Laptop com kurangi stok barang.
Hal tersebut juga tak lepas dari dampak Pandemi Covid-19 saat ini,dimana perekonomian masyakarat terus tergerus. Mulai dari petani, hingga pengusaha elektronik di kota Jambi ini.
Seperti yang disampaikan Delta, sang Pemilik toko Pusat manual, maupun berjaring internet yang berada dikawasan karya maju ini, Senin (21/09/2020).
Baca juga : Apakah Masih Karhutla, Titik Panas di Jambi Turun Jauh
Delta mengatakan bahwa, Pandemi Covid-19 saat ini sangat berpengaruh dalam penjualan laptop miliknya. Sehingga ia sementara ini, kurangi stok barang dulu.
Pasalnya, sejak dilanda wabah corona ini, usaha pengusaha muda Jambi ini, terus mengalami penurunan.
Tak ayal, ia pun berinisiatif untuk sedikit mengurangi stop barang di tokonya.
“Yang jelas kito teraso, karena Covid ini di bulan bulan 1 atau 2 an, itu lagi deras-derasnya laptop dan computer. Hal ini dikarenakan itu projet tahunan, untuk ujian nasional. Nah ini covid-19, jadi orang tidak ujian nasional. Laju lah kosong nian,” Keluh Delta menggunakan bahasa Daerahnya.
Oleh karena itu, langkah pemilik pusat Laptop kurangi stok ini, dirasa upaya yang tepat untuk antisipasi, agar tidak mengalami kerugian dan membuang modal.
“Sekarang be untuk sementara, dak berani stok laptop. Soalnya penjualannya lambat untuk sekarang, dak kayak biasanya,” bebernya.
Saat Corona Belum Ada
Bilangnya, saat corona belum ada dulu, ada beberapa sekolah yang selalu beli borongan. Salah satunya, yakni SMK 2 Merlung.
“Biasanya kalau musimnya, tidak ada corona ini. Itu SMK 2 Merlung, minimal setahun 1sekali 20 unit ngambil dari sini,” imbuhnya.
Apalagi, kalau lagi jusim-musimnya, omset dari penjualan laptop nya tersebut bisa mencapai Rp. 60 juta perbulan.
“Kalau dak ada covid ni dak, lagi musim-musimnya nak ujian nasional itu kalau dihitung duit omsetnya bisa 50 sampai 60 jutaan perbulan,” ungkapnya.
Namun apa daya, bukan hanya dirinya saja yang mengalami naik turun usaha sperti itu. Selain bersabar dan terus berusaha, tak ada lagi yang bisa ia lakukan saat ini.
Lihat juga video : Klik Disini
Oleh karena itu, ayah satu anak ini baru mau memilai kembali usahanya, setelah beberpa bulan pakum. Itu pun, Dabodik dengan minimal Core I3 dan 4.
“Kalau untuk penjualan, kita lakukan pelayanan terbaik, kita berikan garansi mesin selama satu bulan, jika ada complain kita perbaiki,” pungkasnya. (Tr06)
