TAHUKAH Anda apa itu pengertian zakat fitrah dan bagaimana tata cara penghitungannya? Bagi orang muslim, membayarkan zakat fitrah merupakan suatu kewajiban yang tertera jelas dalam rukun Islam.
Perintah untuk membayar zakat fitrah juga tertera dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 43. Dalam ayat tersebut dijelaskan jika ada berbagai macam zakat yang wajib dibayarkan, meliputi zakat fitrah dan zakat mal.
Pengertian Zakat Fitrah, Syarat dan Tata Cara Penghitungan
Ada beberapa yang perlu Anda ketahui secara lengkap mengenai zakat fitrah. Yuk, simak ulasan berikut ini secara lengkap untuk mengetahui apa pengertian zakat fitrah, syarat dan tata cara penghitungannya:
1. Pengertian Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib setiap muslim keluarkan jika telah mencapai syarat yang telah ditetapkan. Selain itu, pemberian zakat fitrah juga harus diberikan pada golongan yang berhak menerimanya yang dikategorikan sebagai golongan asnaf.
Dalam kitab al-Hawi, Al-mawardi mendefinisikan zakat sebagai nama pengambilan dari harta tertentu. Pengambilan tersebut juga memiliki sifat-sifat tertentu dengan tujuan untuk diberikan pada golongan tertentu.
Sebutan untuk orang yang mengeluarkan hartanya untuk berzakat disebut sebagai seorang Muzaki. Sedangkan sebutan untuk orang yang menerima zakat disebut seorang Mustahik.
Kewajiban membayar zakat fitrah berlaku bagi orang muslim baik laki-laki maupun perempuan. Waktu membayar zakat fitrah yaitu pada bulan Ramadhan menjelang hari Raya Idul Fitri atau bisa disebut sebelum shalat Idul Fitri.
2. Syarat Zakat Fitrah
Syarat pemberian zakat fitrah yaitu berupa makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh umat Islam. Sehingga pemberian zakat fitrah terbilang cukup beragam mulai dari beras, jagung, sagu, gandum dan lain sebagainya.
Zakat ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu. Sehingga syarat Zakat fitrah yang perlu diberikan kepada golongan penerima zakat bertujuan untuk memberikan makanan kepada orang yang tidak mampu.
Walaupun demikian, zakat fitrah juga bisa disalurkan dalam bentuk uang pada pihak penyalur zakat yang tersedia. Sehingga penyalur zakat bisa memberikan uang tersebut pada golongan yang membutuhkan.
Menurut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. 7 golongan yang berhak menerima zakat yaitu fakir, miskin, pengurus zakat (amil), mualaf, riqab atau budak yang merdeka, gharimin atau orang yang berhutang, sabilillah dan ibnu sabil.
3. Tata Cara Penghitungan
Ketentuan zakat fitrah wajib dibayarkan bagi semua muslim yang memenuhi kriteria merdeka. Merdeka tersebut merupakan kategori yang dimiliki oleh orang muslim yang bukan budak dan bukan hamba sahaya.
Tidak hanya itu, zakat fitrah juga perlu dibayarkan oleh orang muslim yang memiliki kelebihan makanan pada malam dan siang hari Raya Idul Fitri. Selain itu, wajib dibayarkan oleh orang muslim yang menemui hari-hari di bulan puasa dan juga hari awal jatuhnya bulan Syawal.
Besar zakat fitrah yang perlu dibayarkan yaitu sebesar 3,5 liter atau setara dengan 2,5 kilogram. Ketentuan tersebut disetarakan dengan makanan pokok berupa beras dan bisa diuangkan sejumlah harga makanan pokok pada waktu itu.
Tidak hanya itu, zakat fitrah juga bisa dengan mudah Anda bayarkan secara cepat dan praktis menggunakan marketplace terpercaya seperti Blibli. Sehingga zakat fitrah yang Anda bayarkan bisa berjalan dengan lancar tidak melebihi waktu yang seharusnya.
Pembayaran zakat fitrah melalui marketplace Blibli juga lebih terpercaya karena akan disalurkan pada orang yang tepat. Demikian ulasan singkat mengenai pengertian zakat fitrah, syarat dan tata cara penghitungannya.
