JAMBI – Pembangunan infrastruktur baik jalan maupun jembatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi selama beberapa tahun terakhir dinilai lamban alias lelet.
Disampaikan Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Inta Umri Habibi, pada saat ini tampak masih banyak ruas jalan provinsi yang ada disejumlah daerah di Provinsi Jambi dalam kondisi rusak parah.
“Belum memenuhi janji janji politik beliau, dalam sisa setahun lagi seharusnya Pemprov Jambi harus fokus memenuhi janji janji politiknya,” ungkap pria yang akrab dipanggil Iin ini, Jumat (29/11/2019).
“Pembangunan Infrastruktur paling utama seperti jalan jalan yang ada di setiap daerah di Provinsi Jambi,” lanjutnya.
Tak hanya itu, kata Iim kualitas birokrasi juga harus dijalankan yakni tetap menghormati hasil dari asisment yang dilakukan baperjakat.
“Jadi setiap SKPD yang berprestasi harus dipertahankan agar tetap bisa melanjutkan langkah langkah visi misi Jambi Tuntas.”
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dewan Provinsi Jambi kondisi jalan mantap di Jambi baru mencapai 73 persen.
“Kondisi jalan yang mantap baru mencapai 75 persen, sementara masa jabatan Gubernur tinggal setahun lagi,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata, Kamis (07/11/2019) siang.
Ivan menyebutkan masih banyak jalan di sejumlah daerah di Jambi dalam kondisi tak mantap atau rusak parah. Seperti di Kabupaten Batanghari, Sarolangun dan Tanjung Jabung Timur.
“Dari 1032 KM jalan Provinsi, yang dilakukan perbaikan belum capai 90 apalagi 100 persen. Harusnya salah satu program prioritas Jambi Tuntas ini harus terealisasi diakhir masa jabatan ini kalau bisa kondisi jalan 100 persen mantap,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto. Dirinya mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun Jambi kedepan.
“Jangan nanti masyarakat menyalahkan dewan dalam membangun Jambi, tapi masyarakat harus tahu pihak Eksekutif lah yang tak ada niat dalam membangun Jambi bukan Legislatif,” kata Edi Purwanto diruangannya kepada DinamikaJambi.com, Kamis (14/11/2019).
Tak hanya itu, Edi juga menilai integritas Jambi pada saat ini berada di peringkat 3 terendah di Indonesia. Hal ini, kata Edi, membuktikan kegagalan kita (Gubernur Jambi, Red) dalam memimpin negeri.
Salah satu warga Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Deni menyatakan dirinya sangat prihatin terhadap sikap Pemprov Jambi yang sama sekali tidak merespon keluhan masyarakat kecil yang ada di luar Kota Jambi.
“Kami heran, kok hingga saat ini Pemprov belum juga menyelesaikan pengerjaan jalan yang rusak parah yang ada di Muarojambi khususnya Sungai Gelam,” ungkap Deni.
(Wandi)
