Pemerintah Hapuskan Wajib PCR Penerbangan, Berikut Tanggapan Sejumlah Dewan di Jambi

BERITA JAMBI – Belum lama, Pemerintah secara resmi menghapus kebijakan wajib PCR penerbangan. Hal ini, mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Provinsi Jambi.

Merujuk kepada Surat Edaran Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2021. Di mana, dalam SE tersebut menjelaskan. Untuk penerbangan antar Pulau Jawa-Bali, tak lagi mewajibkan PCR.

Sehingga, syarat penerbangan dapat menggunakan Surat Keterangan Rapid Antigen, yang berlaku maksimal 1×24 jam, serta para calon penumpang di wajibkan memiliki Kartu Vaksin.

Baca juga : Usai Mahasiswa Terlindas Fuso, Giliran 5 Mobil Tabrakan Beruntun di Muaro Jambi

Bukan hanya itu saja, dalam SE per tanggal 2 November 2021 itu juga menjelaskan, hal ini berlaku pada penerbangan luar Pulau Jawa-Bali.

Tak terkecuali bagi Provinisi Jambi, pemerintah juga turut berlaku penghapusan wajib PCR penerbangan. Tak ayal, hal ini mendapat sambutan baik dari kalangan legislatif, di antaranya Burhanuddin Mahir, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.

“Tentunya, itu bagus ya. Nah, kalau perlu untuk perjalanan darat, yang di atas 250 KM juga di berlakukan. Kenapa, itukan terkesan membebankan rakyat. Jadi, cukuplah dengan antigen saja, kan sebagian besar sudah di vaksin,” tukas Politisi yang akrab di sapa Cik Bur ini, Rabu (03/11/2021).

Tanggapan Dewan Jambi

Bukan hanya Cikbur, hal ini juga mendapat tanggapan dari Izhar Majid, Ketua Komisi II. Izhar menuturkan, dengan penghapusan tersebut akan menormalkan kembali aktivitas masyarakat. Kendati demikian, perlu di barengi dengan Protokol Kesehatan yang ketat.

“Kita lihat, Covid-19 memang sudah turun. Nah, kebijakan itu kami rasa di tempuh Pemerintah, sudah baik. Jadi, masyarakat yang ingin bepergian jauh, tidak terlalu menguras biaya yang banyak,” jelasnya.

Hal ini senada, seperti yang di ungkapkan oleh Kemas Alfarabi, Anggota Komisi I. Ia mengatakan, dengan demikian akan lebih memulihkan kegiatan perekonomian. Apalagi, bilangnya, salah satu sektor usaha yang menjanjikan, adalah di bidang transportasi udara.

“Dengan adanya penghapusan PCR ini, yang di bolehkan menggunakan Swab Antigen, tentu sangat berdampak baik. Pertama, perekonomian semakin pulih kedepannya. Kedua, banyak masyarakat atau pekerja, yang beberapa bulan terakhir tak berjumpa dengan keluarga.” beber Alfarabi. (Tr01)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube