Pemberhentian Tanpa Alasan Jelas, Mantan Ketua DPC Gerindra Sebut ‘Mahar’

MERANGIN – Diberhentikan tanpa alasan jelas, Ketua DPC Gerindra Merangin, Isnedi berdampak dengan mundurnya sejumlah pengurus partai dan 14 PAC. Isnedi mengaku terkejut dengan pemberhentian. Namun begitu, sebagai loyalitas dan pendukung Prabowo Subianto sejati, Isnedi legowo dan tetap dalam koridor partai pemilik 4 kursi di  DPRD Merangin itu.

“Tidak ada angin, tidak ada badai, tiba-tiba diberhentikan,” buka Isnedi, Rabu (31/01)

Terkait dengan mundurnya para pengurus partai, Wakil Ketua DPRD Merangin ini mengaku tak bisa mencegahnya. Bilangnya, keputusan tersebut merupakan pilihan para pengurus.

“Itukan keputusan mereka. Itu hak mereka, kita tidak bisa campuri. Yang pasti, saya tidak mau terjadi hal hal yang buruk bagi partai ini,” bilangnya.

Seharusnya, pemberhentian tersebut, memuat alasan yang jelas. Apakah kebutuhan organisasi partai untuk penyegaran. Ataukah adanya kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan, sehingga harus diberhentikan.

“Kalau seperti sekarang, menimbulkan banyak asumsi publik. Apakah karena pelanggaran? Soal Pilbup Merangin? Ataukah soal Mahar? Ataukah kepentingan pribadi? Inikan tidak jelas. Aneh,” terangnya.

Disinggung dengan sistem organisasi partai “komando” yang diterapkan, keputusan mendadak tersebut tentu bukan hal yang aneh. Lantas, apakah keputusan pemberhentian itu diterima? Menjawab media online ini, Isnedi mengaku sudah menerima keputusan tersebut.

“Komando. Tapi, tentu punya kesalahan juga. Kalau tidak punya kesalahan, tentu tidak punya alasan untuk pemberhentian. Kalau begitu, biso bae Can (Safruddin Can, penganti Isnedi,red) besok pagi, tibo-tibo diberhentikan,” paparnya.

Dikonfirmasi hal ini, Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi, Sultan Adil Hendra belum memberikan jawaban. Baik melalui telepon selularnya maupun pesan lewat WA. (Win)