Partisipasi Perusahaan di Tanjabbar, Masih Minim

TANJABBAR – Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJLSP) atau CSR telah dibentuk Pemkab Tanjabbar Melalui Forum TJLSP sesuai dengan Keputusan Bupati Tanjabbar.

59 perusahaan yang beroperasi di Tanjabbar telah tergabung di dalam forum TJSLP, namun dari puluhan perusahaan tersebut hanya 25 perusahaan yang ikut berpartisipasi menjalankan program nya kepada daerah.

Ir H Firdaus Khattab Kepala badan perencanaan dan pembangunan daerah(Bappeda) Tanjabbar membenarkan dari 59 perusahaan yang ada di Tanjabbar, baru 25 perusahaan menjalankan kewajiban CSR kepada daerah.

” Tidak sampai 50 persen perusahaan yang berpartisipasi,” Ujar Firdaus.

Kata Kepala Bappeda, untuk tahun 2019 ini dari 25 perusahaan yang berpartisipasi dengan total 59 perusahaan, cuma terserap bantuan CSR-nya sebesar 21 milyar.

“Ini menjadi tanda tanya kita, kepada perusahaan yang tidak berpartisipasi. Apa mereka ini malu untuk melaporkan karena jumlah nya kecil. Yang jelas kita telah melaporkan hal ini ke bupati, bahwa dari 59 perusahaan, hanya 25 yang melaporkan. Sisanya tidak tahu,” Ungkap mantan sekda Tanjabbar ini.

Dijelaskannya, bupati sebagai kepala daerah dalam hal ini menghimbau kepada mereka (Perusahaan-red) agar berpartisipasi. Karena mereka ini beroperasi di Tanjabbar mengeksplor sumber daya.

“Mereka seharusnya memikirkan masyarakat diwilayah kerja mereka, karena yang ingin sejahtera itu bukan Perusahaan itu sendiri. Namun masyarakat sekitar perusahaan juga perlu sejahtera, ” Sebutnya.

“Ini perlu tugas bersama dan ini bukan hanya tugas pemerintah, namun harus sama-sama, apalagi Perusahaan disekitar situ.” Timpalnya.

Menurutnya, program forum TJSLP dan CSR ini sudah berjalan bertahun tahun, Perusahaan besar yang beroperasi di Tanjabbar sudah mengerti dan lebih tahu.

“Program ini sudah berjalan sejak 2012, ditahun 2012 mulai star tahun 2013 berjalan hingga 2019. Berarti sudah 6 tahun berjalan program ini, artinya tidak mungkin mereka tidak tahu. Yang jelas kita positif thingting saja,” Katanya.

Sementara itu, bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial MS mengatakan, bagi perusahaan yang belum berpatisipasi untuk dapat menyalurkan CSR ke Tanjabbar.

“Kita minta CSR yang disalurkan Perusahaan agar disinkronkan, maka kita tunjuk kepala Bappeda menjadi ketua. Sehingga nantinya penyaluran dana nya tidak operlav,” Ungkap Bupati.

“Kalau kita ini terintegrasi, maka APBD, CSR dan APBDes itu nyambung. Sehingga menimbulkan dampak yang maksimal,” Tutup Safrial.

(Hry)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube