MERANGIN – Kondisi Jembatan Jelatang, Pamenang semakin mengkhawatirkan. Para penguna jembatan yang berlantaikan kayu itu, seakan berjudi nyawa saat melintas akses utama ribuan warga itu.
Pantauan dinamikajambi.com pada Senin (30/1) siang, lalu lintas kendaraan harus ditutup. Hal ini terjadi, lantaran ambruknya lantai pangkal jembatan. Sejumlah warga, tampak memperbaiki jembatan dengan menganti kayu-kayu yang hancur.
“Tadi ada mobil angkutan sawit warga yang terjerembab disini. Beruntung masih bisa diselamatkan melihat kondisi jembatan seperti ini,” ungkap warga menjawab awak media.
Sementara Abdul Salam, anggota DPRD Provinsi Jambi yang tak lain warga setempat, turun langsung meninjau jembatan. Ia tampak sedih melihat rapuhnya jembatan yang berusia puluhan tahun itu.
“Ribuan warga dari dua kabupaten sangat mengantungkan hidup mengunakan jembatan ini. Ini jalan strategis Provinsi Kalau sudah begini kondisinya, siapa yang tidak kecewa,” bilang politisi Hanura itu.
Sejumlah papan lantai jembatan tampak rusak. Beberapa titik diantaranya, bahkan tampak menganga alias berlubang. Jika tak hati-hati, penguna mobil maupun motor bisa tergelincir.

Sebenarnya, akses lalu lintas ini sudah dibangun yang baru. Aspirasi Abdul Salam di DPRD Provinsi untuk membangun jembatan baru yang dibangun tepat disamping jembatan saat ini yang tengah rusak, terus berlanjut di tahun 2017 17 Milliar ini setelah sebelumnya tahun 2016 digelontorkan Rp 15 Milliar
“Alhamdulilah nian. Kalau idak ado haji Salam, entah kayak mano kami ni lewat. Tengoklah jembatan ni dak diperhatikan berapo tahun. Diperbaiki Rp 600 juta, Cuma 3 bulan hancur,” ungkap Udin penguna sepeda motor.
Tak hanya pembangunan jembatan baru, Salam rupanya juga memperjuangkan peningkatan jalan di wilayah ini. Hal ini disampaikan ayah Monasari itu menjawab media online ini.
“Jalan strategis dari Simpang Jelatang Mentawak Baru – Mentawak Ulu Panjangnya sekitar 20 Km dengan pengerasan, kita anggarkan Rp 4,5 Milliar.” pungkasnya
