JAMBI – Baru beberapa bulan memasuki pasar, pupuk hayati multi manfaat, Maxigrow sudah menarik ribuan petani. Selain memang keunggulan Maxigrow yang bisa digunakan sekaligus untuk pertanian, perkebunan dan perikanan, sistem distribusi jaringan yang dibangun, memberikan keuntungan menjanjikan.
Namun jangan khawatir, berbeda dengan pendahulunya, produk yang dikembangkan oleh PT Maksiplus Utama Indonesia itu memiliki kelebihan sekaligus perbedaan. Memiliki pabrik sendiri, menjadi garansi untuk ketersediaan pupuk yang sudah di aplikasikan ke hampir seluruh jenis pertanian, perkebunan dan perikanan di Jambi beberapa bulan belakang.
“Berbeda dengan jaringan lain, kita punya pabrik sendiri. 17 tahun sudah pabrik kita berdiri. Produk kita memang untuk pasar Multi Level Marketing. Tapi belakangan, produk Maxigrow ini kita pasarkan sendiri dan saat sudah pengembangan varian ke 8. Sebelumnya, masih varian ke 5,” beber Januar Pribadi, salah satu founder Maksiplus menjawab dinamikajambi.com usai launching Maxigrow pada Sabtu (27/8) sore.

Memang, sambung Januar, pertanyaan akan ketersediaan pupuk yang mengandung mikroba khusus itu, kerap dipertanyakan para petani. Ketakutan akan kelangkaan maupun hilangnya peredaran pupuk, menjadi keraguan petani.
“Ada yang bilang begini, pak nanti kami gunakan pupuknya tapi 2-3 bulan sudah tidak ada lagi. Dimana kami bisa mendapatkannya? Ya saya jawab, pak kami ini punya pabrik. Jadi, kekhawatiran itu tidak ada. Kami punya pabrik di Bogor, Bekasi dan Jogja,” papar pria berkacamata itu.
Tak hanya itu, kelebihan lain Maksiplus adalah kepemilikan tunggal. Bilang founder dari Bali itu, sistem penjualan produk lain pada umumnya dimiliki banyak orang. Dalam programnya, Maksiplus siap membangun pertanian lewat pendidikan. Selain membidik pasar petani, Maksiplus juga menyiapkan pasar untuk masyarakat perkotaan.
