Olahraga Merangin Amburadul, Dewan : Wajar Ketemu Kondom

BERITA MERANGIN – Habiskan dana milyaran, namun sejumlah fasilitas olahraga malah terbengkalai. Pengelolaan Olahraga di Merangin amburadul, dewan sebut wajar ketemu kondom.

Kecewa dan sedih, begitulah ekspresi Taufiq, anggota DPRD Merangin dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia mengungkapkan kekecewaannya pada awak media, Rabu (8/6/2022).

“Kita sudah bangun sarana olahraga, kalau sudah dibangun, ya kita rawat. Jangan kita bangun dengan anggaran luar biasa, manfaatnya tidak ada sama sekali,” katanya.

Ia menyoroti pemerintah mulai dari lokasi, pemanfaatan hingga pengelolaan sarana olahraga di Merangin itu

Soal lokasi misalnya, jika berada dekat dengan kota, tentu bisa bermanfaat dengan warga di kota. Khususnya Kota Bangko, lapangan sepakbola sangat minim terlebih bagi tim daerah yang membawa harum nama Merangin.

Baca Juga : Hari Kedua Pansus DPRD Merangin Terus Berlanjut Bahas LKPJ Bersama OPD

Tak bermanfaatnya GOR Merangin dan Stadion Bumi Masurai, berbanding terbalik dengan Kantor DPRD Merangin yang justru jadi tempat ratusan warga berolahraga. Ada basket, takraw, sepakbola, badminton dan joging.

Selain itu, pengelolaan stadion juga jadi pertanyaan dewan. Sejauh ini, adakah anggaran untuk pengelolaan, penjaga stadion atau perawatan.

Karena terakhir, Taufiq bilang stadion ini belum serah terima dari DPUPR Merangin ke Dinas Pariwisata dan Olahraga.

Sepuluh tahun mengurus sepakbola, politisi asal Pamenang ini paham betul kebutuhan olahraga terbesar di dunia itu. Apalagi, Ia pengurus Askab Provinsi Jambi.

Sementara soal GOR Merangin, Ia tak kalah menyayangkan kondisinya yang terbengkalai dan menjadi tempat kenakalan. Ia menyarankan Disparpora untuk menyiapkan anggaran.

“Kita bisa duduk bersama, mencari solusi,” katanya.

Sumber PAD

Menyedot dana puluhan milyar, 2 fasilitas olahraga di Merangin ini seharusnya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi dengan kondisi APBD Merangin yang terpangkas dan membayar utang, tentu perlu pemasukan untuk menjalankan pembangunan.

“Seharusnya pemerintah berpikir. Stadion semegah itu, sekelas Provinsi Jambi. GOR yang kita bangun dengan dana luar biaso. Seharusnyo berpikir, bagaimano kita dapat PAD dari sini,” katanya.

GOR misalnya, sambung Taufiq bisa menjadi tempat volley, basket atau lainnya. Pengelolaan lewat OPD atau pihak ketiga untuk meraup pendapatan daerah.

“Stadion Masurai juga. Bagaimana kita membuat kegiatan apa, yang bisa setidaknya untuk membiayai perawatan stadion atau GOR,” katanya.

Ia mempertanyakan bagaimana pengelolaan stadion tersebut, lantaran Taufiq mendapat informasi pemakaian stadion bayar.

“Pemerintah jangan diam soal ini. Kami dewan sebagai pengawasan, akan mengawasi,” katanya.

Karena itu, dewan akan menindak lanjuti ke OPD terkait soal pengelolaan tersebut.

Ketemu Kondom

Kekecewaan lain yang Taufiq ungkapkan, soal gagalnya Merangin ikut dalam beberapa Cabang Olahraga (Cabor). Padahal, bilang Taufiq, Merangin memiliki fasilitas olahraga yang lengkap.

“Beberapa kali event yang resmi, atau kemaren POPDA, itu beberapa Cabor kita tidak mengikuti,” katanya.

Dengan pengelolaan yang buruk, di event tahunan Merangin malah ketinggalan. Taufiq bilang, wajar jika ketemu kondom di fasilitas olahraga.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube