Nyeleneh, Poster Demo Mahasiswa di Jambi, Dari Soal Mantan Hingga Open BO

JAMBI – Beberapa poster dalam demo mahasiswa di Jambi beberapa hari ini, cukup jadi sorotan publik. Mulai dari soal mantan, hingga tarif open BO pun dituliskan di lembaran kertas, Jum’at (09/10/2020).

Tak ayal, poster yang dibawa saat demo mahasiswa di Jambi ini, menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, bentuk penolakan mereka terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law, yang dituliskan dalam lembaran karton itu cukup unik.

Baca juga : 3 Keanehan Barang Bukti Polda Jambi, Dibalik Serangan di Gedung DPRD

Tak tanggung-tanggung, kata-kata yang dituliskan mereka itu pun cukup nyeleneh, hingga jadi pusat perhatian publik.

Menariknya lagi, poster tersebut tidak hanya dituliskan oleh mahasiswa di Jambi. Akan tetapi, di daerah lain juga ada yang membuat tulisan yang sama di lembaran karton itu.

Sebagaimana diketahui, sejak 2 hari kemarin sampai sekarang, puluhan hingga ratusan mahasiswa terus menggelar aksi unjuk rasa. Hal tersebut sebagai bentuk penolakan atas UU Cipta Kerja Omnibus Law, yang disahkan oleh DPR RI baru-baru ini.

Menurut mahasiswa, UU Cipta Kerja Omnibus Law tersebut, dinilai sangat merugikan kaum buruh dan pekerja di negeri ini. Tak ayal, aksi ini terus dilakukan, sampai nanti aspirasi mereka di dengar, dan didukung oleh Pemerintah maupun wakil rakyat yang ada di Provinsi Jambi ini.

Seperti yang terjadi kemarin, mahasiswa terus bersemangat menyuarakan aspirasi mereka. Mulai dari pagi hingga malam hari, mereka tak kenal lelah berada di kawasan gedung DPRD Provinsi Jambi.

Mereka meminta, UU Cipta Kerja Omnibus Law yang mahasiswa ini nilai merugikan rakyat, terutama kaum buruh disetujui dan didukung oleh DPRD maupun pemerintah. Sehingga nantinya dapat disampaikan ke DPR RI, dan Presiden Republik Indonesia.

Menariknya, aspirasi tersebut ternyata tidak hanya disampaikan melalui orasi dalam aksi mereka. Akan tetapi, juga dituliskan melalui poster di karton, yang dibawa saat demo.

Berikut Isi Tulisan di Posternya

Berikut beberapa poster yang berhasil kami abadikan, ketika mahasiswa di Jambi ini menggelar aksi unjuk rasa tersebut.

Salah satunya yakni, tentang gaji yang mereka nilai dalam UU Cipta Kerja Omnibus Law tersebut, hanya dibayar perjam.

Mereka pun menilai, jika dibayar perjam dapat disamakan dengan upah Pekerja Sek Komersial (PSK). Atau dengan kata lain yang tren saat ini, Open BO.

“Gaji Dibayar perjam, lu kira Open BO ?,” tulis mereka di poster tersebut.

Selain itu, ada juga sebuah poster yang dituliskan soal asmaranisasi yang kandas, hingga sikap sang mantan yang dinilai selalu menyakitkan.

Lihat juga video : Klik Disini

“Cukup mantan yang menyakitkan, jangan Omnibus Law,” tulisnya.

Poster-poster ini pun, menjadi sorotan publik. Bahkan tidak sedikit yang meniru kata-kata itu, untuk dijadikan postingannya di media sosial seperti Facebook, dan lainnya. (Nrs)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page