BERITA NASIONAL – Longsor tambang batu bara ilegal, Rabu (21/10/20) timbun penambang hidup-hidup. Pasalnya, tambang yang dikelola masyarakat ini longsor ketika penambang hendak membuat akses jalan.
Hal ini terjadi di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Dilansir dari CnnIndonesia, Kapolsek Tanjung Agung Agung AKP Faisal Manalu mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
“Para penambang sedang membuat akses jalan di area tambang batu bara tersebut. Namun, di tengah pengerjaan terjadi longsor yang langsung timbun para penambang,” ujar Faisal.
“Kebetulan di sekitar area tambang kawasan tebing yang sangat rawan longsor. Saat kejadian memang tidak sedang hujan, tapi risiko longsornya memang tinggi di kawasan itu,” ujarnya.
Begitu mengerikannya longsor timbun hidup-hidup penambang itu, terlihat dari galian yang menelan korban jiwa hingga 11 orang.
Setelah mendapatkan laporan dari warga mengenai hal tersebut, polisi yang dan dibantu warga segera melakukan evakuasi. Ia juga menerangkan proses evakuasi terkendala karena tingginya timbunan yang mencapai lima meter.
Baca Juga : Tambang Batubara dan Dampak Pada Lembaga Pendidikan
Selain itu, dalam proses evakuasi membutuhkan bantuan alat berat untuk mengangkut timbunan tersebut.
Ia juga mengatakan dalam waktu waktu satu jam seluruh korban tewas segera di evakuasi ke puskesmas terdekat. Satu orang korban belum teridentifikasi identitasnya.
Satreskrim Polres Muara Enim pun melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti longsor. Sejumlah saksi mata sedang diperiksa untuk didalami keterangannya
Lihat Video : Pekerja Bangunan Mendadak Viral Bersuara Emas
“Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Namun kami masih perlu mendalami beberapa saksi lagi. Untuk sementara korban tewas diduga semuanya adalah pekerja tambang rakyat,” kata Faisal
Sumber : CnnIndonesia
