Nekat Mudik Bawa Surat Palsu, Pria Ini Terancam Pasal 263 KUHP

BERITA HUKRIM – Seorang calon penumpang, nekat mudik dengan cara bawa surat uji swab palsu. Saat di periksa petugas, ulahnya ketahuan. Sehingga Ia terancam dikenakan pasal 263 KUHP.

Proses pemeriksaan calon penumpang yang mudik, dengan bawa surat uji swab palsu ini berlangsung lama. Aparat kepolisian pun, sempat menghubungi pihak lab yang tertera dalam surat tersebut.

Baca juga : Demi Pelayanan Terbaik, Karyawan Swiss-Belhotel Jambi Divaksin Hari Ini

Di lansir dari Kompas.com, Calon penumpang pesawat, kedapatan membawa surat tes swab palsu. Tepatnya,  di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah.

Calon penumpang tujuan Jakarta itu, ketahuan petugas saat menjalani pemeriksaan kelangkapan dokumen sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novita Sari mengatakan, pagi tadi saat mengecek kelengkapan persyaratan, petugas menemukan ada kejanggalan pada dokumen yang di bawa oleh penumpang EA (51).

“EA masuk ke bandara ada pengecekan dari KKP, dengan anggota Polsek Semarang Barat. Kemudian di dapati surat swab tanggal 8 Mei, di laksanakan swab tanggal 8 Mei dan suratnya juga tanggal 8 Mei,” jelasnya di Mapolsek Semarang Barat, Sabtu (8/5/2021).

Selain itu di ketahui, EA hendak melakukan penerbangan dengan pesawat Garuda ke Jakarta, pukul 09.55 WIB.

“Beliau terbang pagi (8 Mei). Seperti kita tahu PCR butuh waktu sekitar 6 jam. Lab baru buka pukul 08.00 pagi. Sangat tidak mungkin hasil PCR di bawa pagi, untuk ke Jakarta. Petugas curiga,” katanya.

Selanjutnya, kepolisian menghubungi pihak laboratorium yang tercantum dalam kop surat. Di ketahui, dalam surat hasil swab palsu itu, tercantum logo Intibios Lab yang berada di wilayah Semarang Utara. Saat di cek, ternyata tidak ada nama EA telah melakukan tes swab di laboratorium tersebut.

“Surat ini sudah kita konfirmasi ke lab atas nama ini. Lab tidak mengeluarkan atas nama bapak tersebut. Kalau labnya bukan fiktif, tapi benar ada. Sudah di cari di base nama bapaknya, tidak ada di swab-swab sebelumnya,” jelasnya.

Memalsukan Surat

Bukan Cuma itu saja, saat di mintai keterangan di Mapolsek Semarang Barat, EA memalsukan surat dengan cara mencari di google.

“Beliau ini nge-print sendiri supaya bisa lolos terbang. Beliau tidak melaksanakan swab. Menurut pengakuan cari di google, ” ujarnya.

Selepas kejadian tersebut, pihaknya bersama petugas di bandara, akan memperketat lagi pemeriksaan kelengkapan surat perjalanan calon penumpang.

“Kami akan perketat lagi pemeriksaan surat-surat. Karena kemungkinan tidak hanya ini, ” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Intibios Lab, Benediktus Widyatmoko mengatakan bentuk surat yang palsu merupakan model lama.

Surat yang baru, lanjut dia, terdapat barcode dan tidak bisa di palsukanb. Karena langsung terhubung dengan data di Lab, dengan pusat secara online.

Berita lain : Berawal Dari Sebuah Komunitas, Begini Kisah Berdirinya Perusahaan Penerbit Buku di Jambi

“Ini model lama. Bentuknya Yang baru ada scan barcode dan hanya ada satu lembar. Kalau ini kan ada dua lembar. Kalau di bandara kita nyambung ke aplikasi e-Hac penumpang harus isi, jadi tidak bisa di palsukan,” tegasnya.

Pihaknya mengaku, sebetulnya sudah mendapati kejadian serupa.

“Sudah dua kali kena, satunya Gilimanuk. Tapi tidak ketangkap karena sudah melarikan diri,” ungkapnya.

EA telah di periksa di Mapolsek Semarang Barat, dan di lakukan tes antigen untuk mengetahui kondisi kesehatannya. EA terancam di kenakan Pasal 263 KUHP, tentang pemalsuan surat-surat.

 

Sumber : Kompas.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube