BERITA VIRAL – Baru-baru ini, perdagangan manusia kerap menjadi keresahan bagi masyarakat, terutama ibu-ibu yang punya anak perempuan. Seperti kejadian kali ini, di mana seorang gadis usia 17 tahun di jual 15 juta, pada pria hidung belang.
Beruntungnya, gadis usia 17 tahun yang di jual 15 juta ini, berhasil kabur dan di amankan oleh pihak yang berwajib.
Sebelumnya di ketahui, perempuan IN (17 ), asal Kota Makassar berhasil selamat dari sindikat perdagangan manusia.
Baca juga : Geger, Seorang Anak di Muaro Jambi Tega Bunuh Ibunya, dan Lukai Sang Ayah
IN berhasil kabur dari salah satu wisma, dekat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Tempat sejumlah perempuan di tampung, sebelum di jual ke berbagai daerah.
Waktu di penampungan, korban IN mendengar pembicaraan pelaku L, bersama dengan seorang pria melalui sambungan telepon. Menyanggupi akan membayar sebesar Rp 15 juta.
“Ada bahasa Rp 15 Juta, kalau tiba di Dobo, Maluku. Tapi harus layani laki-laki. Di situ marah. Ini L, bilang kenapa. Kau tidak mau di booking?. Ini saja baru foto sudah di tawari Rp 15 Juta,” beber Lukman, pria yang mendampingi IN melapor ke polisi.
Selanjutnya, IN bisa kabur dari wisma setelah berhasil, menghubungi kakaknya. Agar segera di jemput, dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
“Kabur lah di situ karena kurang pengawasan. Di jemput sama kakaknya, di bawa pulang ke rumahnya. Dia (IN) cerita sama keluarganya ini masalah,” terang Lukman.
Korban dan Keluarga Dapat Ancaman Pembunuhan
Usai kabur, L bersama dengan rekan-rekannya kemudian meneror korban. Mereka meminta agar IN mengganti biaya fasilitas, yang telah di keluarkan selama ini dengan total Rp 6 Juta.
Termasuk biaya tiket pesawat. Karena rencananya akan berangkat, pada Kamis (10/12/2020).
“Baru keluarga kurang mampu kan. Di ancam juga untuk tidak melapor ke polisi. Karena sudah di ancam nyawa juga. Makanya saya mengadu ke P2TP2A, agar di dampingi secara hukum. Lengkap saya bawa bukti-buktinya,” jelasnya.
Bukti-bukti yang di maksud Lukman, adalah percakapan tiga perempuan, yakni FS, N, dan L melalui WhatsApp. Termasuk bukti pembuatan KTP baru, hingga tiket pesawat Maskapai Lion Air, atas nama IN.
Seperti di katakan Ketua P2TP2A Makassar, Andi Tenri A Palallo bahwa kasus yang menimpa korban, yang di duga merupakan tindak pidana perdagangan manusia. Di mana yang Menyasar perempuan, sebagai korbannya.
“Kasus ini jelas perdagangan manusia. Dari motif cerita dan kronologis, kemudian bukti yang kami terima dan keterangan korban sekaligus saksi. Apalagi keluarganya masih trauma, dan kebingungan harus berbuat apa,” terangnya.
Sebab itu, Tenri pun melakukan koordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polrestabes Makassar untuk mengungkap kasus yang menimpah IN tersebut.
Sementara korban sendiri, katanya akan menjalani perawatan, di Rumah Aman P2TP2A Makassar. Untuk pemulihan psikis.
“Ini bisa saya pastikan perdagangan manusia. Saya tidak ragu. Makanya saya dan keluarga korban, segera melapor resmi. Ini keterlaluan. Ini jaringan besar, pasti,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul yang di konfirmasi terpisah, belum mau berkomentar banyak mengenai kasus dugaan perdagangan manusia ini.
“Biar anggota lidik dulu. Kalau beritanya di angkat kabur pelakunya,” katanya.
Sumber : suara.com
