JAMBI – Sejak masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Jambi saat ini, PT Indofood Sukses Makmur TBK Bogasari Division Jambi, berikan Edukasi basis IT terhadap pengusaha UKM di Jambi.
Hal ini disampaikan oleh Management Bogasari Jambi, Djokas Siburian saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com pada Senin (22/06/2020) sekitar pukul 11.45 wib.
Baca juga : Pemprov Jambi Akui Belum Serahkan Semua Bantuan JPS ke Merangin
Djokas mengakui bahwa sejak masa Pandemi Covid-19 saat ini, sangat berdampak pada penjualan usaha UKM di Jambi, yang menggunakan produk Bogasari.
Tentu hal ini diakibatkan, karena minimnya kegiatan jual beli para pengusaha, yang memang kesehariannya berjualan di tempat keramaian. Apalagi, di tempat strategis seperti sekolah, perkantoran dan tempat nongkrong masyarakat.
Tak ayal, sejak dilarangnya berkerumunan dan ditutupnya sebagian fasilitas umum dan perkantoran, membuat pemasukan pengusaha UKM seperti Mia ayam, roti, dan martabak pun ikut menurun.
“Tentu dampak Covid-19 saat ini, sangat mempengaruhi para juragan dan penjajal Bogasari ini. Apalagi penjual yang memasarkan jualannya, di fasilitas umum.” Kata Djokas melalui selulernya.
Apalagi kata Djokas, sejak Pandemi Covid-19 ini sebagian Fasilitas umum yang ditutup, begitu juga dengan perkantoran.
“Seperti sekolah, sudah pasti mereka kehilangan penjualan di sekolah. Rumah Sakit, juga sepi sekarang. Keramaian seperti di seputaran mall, selain tutup juga pembatasannya ketat, pengunjung juga pasti mulai berkurang.” Papanya.
Tidak hanya itu, di tempat ramai lainnya seperti pasilitas publik yang di Kota baru, yang kegiatannya akhirnya pekan juga terjadi sepi.
Tentu hal tersebut sangat memberikan efek yang signifikan bagi para penjual ini, sehingga pendapatan dan pembelian produk Bogasari pun ikut terdampak.
Garap Edukasi IT Pada Penjual Mie Ayam dan Produk Bogasari Lainnya
Oleh karena itu, sebagai langkah kongkrit PT Indofood Sukses Makmur TBK Bogasari Division Jambi, memberikan edukasi kepada para penjual agar nantinya bisa meningkatkan pembeli nantinya.
“Nanti edukasi yang akan kami coba garap, bagaimana mereka menyiap stok. Jangan sampai nanti disaat akhir pekan mereka stok banyak, tapi tidak habis. Nah edukasinya nanti mereka bisa menyiapkan stok setiap harinya yang cukup, karena kan pengunjung sudah mulai normal lagi, setiap harinya.” Bebernya.
Tak hanya itu para penjual ini juga harus mampu membaca situasi, kapan waktu yang bagus. Apalagi di kota Jambi saat ini, batasnya hanya sampai jam 9 malam.
“Nah itu nantinya, kita juga akan bantu dengan mensosialisasikannya ke masyarakat.” Bilangnya.
Selain itu, dirinya juga menuturkan akan membuat terobosan dengan membuat sosialisasi, dengan berikan Edukasi basis IT kepada para penjajal produk Bogasari ini.
Mereka mencoba untuk membuat terobosan baru, dengan cara mensosialisasikan langsung ke masyarakat maupun jaringan internet, seperti media sosial dan sebagainya.
Lihat juga video : Klik Disini
“Sebenarnya sebelumnya juga sudah kita edukasi kan, dan mereka juga harus pandai-pandai memanfaatkan fasilitas IT yang ada. Seperti medsos dan sebagainya. Bisa juga pesan online, atau mereka interaktif dengan Customer nya menyampaikan info-info,” jelasnya.
Intinya, kata Djokas mereka harus memanfaatkan kemampuan IT, seperti sosmed itu dalam berbagi setiap informasi yang ada. (Nrs)
