Masih Banyak Penyandang Disabilitas di Kota Jambi, Tak Dapat Perhatian Pemerintah ?

JAMBI – Menyedihkan, baru-baru ini diketahui masih banyak penyandang disabilitas di Kota Jambi, yang luput dari perhatian Pemerintah. Tak ayal, hal ini pun menjadi pertanyaan publik, ada apa?

Hal ini diketahui, saat tim Dinamikajambi.com mengunjungi kediaman seorang relawan di Kota Jambi, yakni Deni Ling yang merupakan warga negara China yang tinggal di Jambi.

Baca juga : Kantongi Restu, KONI Muaro Jambi Bidik Tuan Rumah Porprov XXIV

Deni Ling ini, merupakan salah satu relawan yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di Jambi, terutama bagi mereka-mereka yang menyandang disabilitas seperti lumpuh, cacat dan sebagainya.

Dari jejak penyaluran bantuan yang diberikan, kebanyakan kepada orang-orang yang memiliki keterbatasan pisik, mulai dari cacat hingga lumpuh.

Warga Tionghoa ini mengatakan, bahwa sebelum lebaran tahun 2020 kemarin, ia sudah menyalurkan bantuan kepada lebih dari seratus warga di Jambi. Diantaranya penerimanya ini, kebanyakan warga yang cacat, dan lumpuh. Baik dari lahir, maupun kecelakaan.

Itu artinya, hampir seratus orang warga di kota Jambi yang menyandang disabilitas tak dapat perhatian dari pemerintah.

Tentu, ini menjadi pertanyaan besar bagi publik. Mengingat, hal yang seperti ini seharusnya menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, apalagi mereka dari keluarga yang tidak mampu.

3 Saudara Cacat

Mirisnya lagi, dari cerita Deni ada salah satu penyandang disabilitas di kelurahan Legok Kota Jambi, 3 kakak beradik memiliki keterbatasan dari lahir. Dimana kondisi pisiknya sangat memprihatinkan.

“Mereka ini empat beradik, 3 diantaranya ini cacat. Hanya yang paling bungsu yang masih normal. Nah dia lah yang ngurus saudaranya ini, ngasih makan dan sebagainya.” Bilangnya pada Dinamikajambi.com, Kamis (09/07/2020).

Tak hanya itu, kondisi rumah yang ditempati oleh 3 bersaudara ini, sudah tidak layak lagi. Lantainya ada yang Reok, dikhawatirkan kondisi tersebut akan membahayakan mereka.

Pun demikian, kata Deni keluarga ini belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, kecuali beras bansos Covid-19 waktu lalu.

Melihat kondisi keluarga ini, relawan keturunan Tionghoa itu pun tak dapat menahan air matanya. Ia menangis karena prihatin. Ditambah lagi, dengan keterbatasan, mereka berusaha sendiri untuk buang air dan mandi.

“Yang ngurus ngasih makan yang paling bungsu, itu pun datang tidak tiap waktu. Karena dia juga punya suami. Yang kasiannya lagi, mereka kalau mau buang air, mereka ngesot bawa badannya.” Terangnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Selain itu, banyak lagi warga kota Jambi yang memiliki keterbatasan, jauh dari perhatian Pemerintah. Seperti buluran, dan kawasan lainnya.

“Rata-rata yang kita bantu itu ya yang cacat, yang lumpuh. Nenek-nenek juga ada, anak-anak juga. Ada juga kemarin kita bantu, sampai ia dirawat itu sampai meninggal.” Tukasnya. (Nrs)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page