Maknai Hari Paskah Dengan Persatuan, Maria : Mempertahankan Lebih Sulit Dari Memperjuangkan

BERITA JAMBI – Bagi umat Kristiani, Maria maknai hari Paskah dengan nilai-nilai persatuan. Di mana, Paskah sendiri merupakan hari raya yang biasa di laksanakan tiap tahunnya. Memiliki makna sebagai kemenangan Yesus Kristus, atas kematian.

Selain itu, Paskah sendiri merupakan tiga hari setelah kematian Yesus Kristus, di kayu salib. Rutin di peringati, tentu memiliki makna tersendiri, bagi yang merayakannya.

Salah satunya, Maria Magdalena Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jambi. Ia maknai hari Paskah sebagai momentum, dalam mempertahankan nilai-nilai persatuan.

Baca juga: Peduli Angka Tuberculosis, Komunitas Eliminasi TBC Sambangi DPRD Kota Jambi

Saat di temui DinamikaJambi.com di ruangannya, Maria menjelaskan makna Paskah tersendiri. Baginya, Paskah dapat di artikan sebagai mengorbankan dan menyalibkan ego demi merawat persatuan.

” Kalau saya memaknai Paskah saat ini. Bagaimana kita dapat mengorbankan ego dan perasaan, dengan tidak mencela satu sama lain, ” ungkap Maria.

Pun, sesekali Sekretaris Komisi IV ini menjelaskan tantangan bangsa kedepannya, misal aksi terorisme dan penembakan di Mabes Polri baru-baru ini.

Maka, Ia berpandangan, untuk menjawab tantangan bangsa saat ini. Nilai-nilai kemanusian perlu di maknai lebih dalam, sebagaimana yang termaktub dalam Sila Kedua Pancasila.

” Saat ini, lebih baik sedikit bersuara namun banyak berbuat bagi negara, bukan saling mencela. Toh kita semua umat Tuhan, bukan ciptaan profesor ini atau penemu itu kan. Artinya, kita harus bersatu, kita semua adalah orang yang Berketuhanan Yang Maha Esa, ” jelas perempuan yang kagum dengan Soekarno ini.

Ajarkan Nasionalisme Bagi Generasi Penerus

Kemudian, Anggota Dewan yang hobi membuat kerajinan tangan ini menjelaskan beberapa hal. Dalam pandangannya, anak-anak bangsa saat ini perlu ditanamkan sikap ‘Melek Sejarah’.

Seperti kutipan Ir Soekarno di kenal dengan Jas Merah, atau jangan sesekali melupakan sejarah.
Sebab, asumsinya mengatakan, pelajar hari ini yang duduk di bangku sekolah adalah aset bangsa. Merekalah nantinya yang akan meneruskan perjuangan-perjuangan para tokoh bangsa dalam memajukan Indonesia.

” Lebih lagi di makna Paskah ini, kita ajarkan pada anak-anak untuk bersukaria dan saling mengasihi. Bagi seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali,” bilangnya.

Selanjutnya, Ia berpesan, agar para pelajar tidak lupa pada sejarah para tokoh bangsa dalam mendirikan negara ini. Sebab, jika lunturnya pengetahuan tersebut, maka rentan akan provokasi bangsa lain untuk merongrong persatuan dan kesatuan.

Lihat juga video : Viral Tabrak Wanita, Pria Bawa Fortuner Todong Senjata ke Warga Duren Sawit

” Bahwa para pendahulu kita penuh pengorbanan mendirikan negara ini. Mereka mengajarkan bahwa mempertahnkan lebih sulit daripada memperjuangkan. ” tutupnya.

Terakhir, tradisi keluarga Maria Magdalena dalam merayakannya adalah beribadah. Lalu, berbagi telur Paskah pada anak-anak di lingkungan sekitar.
(Tr01)

 

 

 

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033