Mabes Polri Akhirnya Tanggapi Tagar #PercumaLaporPolisi Yang Lagi Viral

NASIONAL – Mabes Polri akhirnya angkat bicara terkait viral tagar #PercumaLaporPolisi, yang sempat menjadi trending topik di media sosial Twitter.

Tagar #PercumaLaporPolisi yang viral di tanggapi Mabes Polri itu merupakan tanggapan publik, atas penghentian kasus ayah perkosa 3 anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Menanggapi tagas #PercumaLaporPolisi, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramdhan memastikan, Polri masih berpegang teguh pada tugas pokok yang diemban.

Itu sebagaimana di atur dalam Pasal 13 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca juga : Waduh, Website Pemprov Jambi Dihack, Begini Kata Kadis Kominfo

“Tentunya Polri tidak akan pernah mengkhianati tugas pokoknya, di mana di Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI,” ujarnya, di Mabes Polri, Senin (11/10/2021).

Dalam pasal itu, tugas pokok kepolisian adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Ahmad Ramadhan memastikan, Polri merespon setiap keluhan dari masyarakat.

“Tugas pokok Polri itu bukan saja penegakan hukum, tapi memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, juga melindungi dan mengayomi masyarakat,” jelasnya.

Penjelasan Humas Mabes Polri

Ramadhan menjelaskan polisi tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga melindungi masyarakat.

“Dari tugas pokok ini, tentunya tidak hanya kita hanya melakukan penegakan hukum saja. Tetapi juga mengayomi masyarakat melindungi masyarakat, dalam rangka penegakan hukum itu sendiri,” papar dia.

Bukan saja pelaporan, Polri juga selalu merespon beragam keluhan yang di sampaikan masyarakat.

“Sekaligus kritik-kritik yang sifatnya, yang membangun kepada Polri pasti kita akan tindak lanjuti,” tandasnya.

Untuk di ketahui, tagar #percumalaporpolisi muncul seiring dengan ramainya, pemberitaan kasus 3 kakak beradik. Kasus ini yang di duga di perkosa olah ayah kandungnya sendiri, di Luwu Timur.

Berita lain : Angkutan Batu Bara Langgar Jam Operasional, Ini Kata Dishub Provinsi Jambi

Ketiganya masih berusia 8, 6 dan 4 tahun. Kasus itu di laporkan ibu ketiganya, RS, ke Polres Luwu Timur pada Oktober 2019 lalu.

Akan tetapi, oleh penyidik Polres Luwu Timur, kasus itu di hentikan penyelidikannya. Hal ini karena mengklaim tidak di temukan bukti, yang kuat sesuai laporan RS.

Namun pada awal Oktober 2021 ini, kasus tersebut viral di media sosial setelah RS curhat ke wartawan, tentang SP3 laporannya di Polres Luwu Timur.

Pihak kepolisian sendiri siap membuka kembali penyelidikan kasus ini, jika di temukan bukti baru.

 

Sumber : Pojoksatu.id

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube