Lagi, Warga Ngadu ke Pansus DPRD Provinsi Jambi Soal Konflik Lahan

BERITA JAMBI – Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi, lagi-lagi menerima aduan masyarakat terkait sengketa tanah. Kali ini, aduan tersebut dari Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Desa Sumber Jaya, Kumpeh Ulu bersengketa dengan salah satu Perusahaan perkebunan.

Bertempat di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis (21/10/2021) belasan warga Desa Sumber Jaya tersebut, tampak didampingi oleh sejumlah Anggota DPRD Muaro Jambi.

Baca juga : Demi Herd Immunity, Lagi-Lagi Vaksinasi Di gelar di Muaro Jambi

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Sumber Jaya, Armidi menjelaskan, sengketa tersebut terjadi sejak tahun 2001 silam. Yang mana, pada saat itu sebuah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yakni, PT EPIL di duga menduduki lahan milik warga seluas 322 Hektar.

“Prosesnya sudah terlalu lama ya. Kami tidak tau, posisi atau letak perusahaan tersebut, bisa melaksanakan pembangunan perkebunan, tanpa berkordinasi dengan Desa Sumber Jaya,” ungkap Kades, Kamis (21/10/2021).

Armidi menambahkan, upaya penyelesaian tersebut beberapa kali telah digelar pertemuan. Akan tetapi, sejauh ini belum menambahkan titik terang.

“2001 keatas, sudah beberapa kali dilakukan pertemuan dan perundingan. Tetapi, belum dapat jalan keadilan bagi warga Desa Sumber Jaya,” bilangnya.

Tanggapan Pansus

Usai pertemuan tersebut, hal ini mendapat tanggapan dari Ketua Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo.

Wartono menjelaskan, di duga terjadi indikasi penggarapan lahan oleh pihak perusahaan. Yang mana, dari semula luasan lahan milik warga sebanyak 1200 Hektar, terjadi permasalahan seluas 320 Hektar.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Kendati demikian, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Perusahaan beserta pihak terkait lainnya. Hal ini, guna mendalami persoalan tersebut secara mendalam dilapangan.

“Indikasinya, penyerobotan tanah adat di Desa Sumber Jaya. Nah, bahannya baru saja disampaikan oleh Kades dan Warga. Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan panggil pihak terkait. Yaitu, perusahaan, Dinas Perkebunan dan Pemerintahan terkait. Dari situ, kita bisa melihat langsung HGU nya seperti apa, luasannya berapa.” tukas Wartono. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033