SAROLANGUN – Kasus bunuh diri kembali bikin geger Kabupaten Sarolangun. Diduga kurang perhatian, bunuh diri terjadi di Lubuk Napal.
Usai Saprianto alias Rian di Batu Ampar pada 21 Januari lalu, kasus bunuh diri menggemparkan warga Lubuk Napal setelah Puja Rismawati (16) nekat mengakhiri hidupnya dengan tragis.
Puja yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sarolangun, ditemukan tewas, Selasa (29/1) sekitar pukul 11.00 Wib. Warga RT 05, Dusun Sukamaju, Lubuk Napal Kecamatan Pauh ditemukan pertama kali oleh adik korban.
Tak ada tanda-tanda kekerasan yang didapatkan dari hasil olah TKP polisi. Namun petugas mengamankan barang bukti berupa seutas tali yang di gunakan korban untuk gantung diri, serta sebuah surat yang berupa tulisan singkat untuk keluarganya.
Berita Lainnya : Anak Ketua RT di Pauh, Ditemukan Gantung Diri
Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Agus Saleh mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui jika korban meninggal dunia murni karena gantung diri.
“Murni bunuh diri sebab tidak ada tanda tanda kekerasan, hanya kita menemukan surat yang berisikan pesan dari korban,” kata Agus Saleh. Rabu (30/1).
Ditambahkan Agus, kekecewaan terhadap orang tua diduga menjadi motif korban mengakhiri hidupnya. Ia kurang perhatian.
“Korban kecewa dengan orangtuanya karena sering ribut, dan korban merasa kurang diperhatikan, sehingga korban mengambil jalan pintas dengan gantung diri,” pungkas Agus.
Berita lainnya : Dituduh Pungli, Ternyata Ini Tujuan Kotura Pungut Uang Dari Sopir Batubara
Berikut isi surat yang ditulis Puja Rismawati sebelum gantung diri :
“Aku kecewa, giliran aku sakit kamu marah galo dengan aku, kamu dakdo nian nak ngurus aku, aku kecewa dengan kamu.
Mak, aku pergi jangan sering belago yo mak. Aku sayang kamu galo”.

Setelah pemeriksaan, jenazah langsung diurus oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. Korban dimakamkan di TPU Dusun Sukamaju. (Ajk)
